Mengorbit Alam Semesta
INI UBAH

Mengorbit Alam Semesta

by Eva Fadhilah

Mengorbit Alam Semesta Refleksi Bumi

Refleksi Bumi

by Eva Fadhilah

Refleksi Bumi Trip Kepulauan Seribu

Trip Kepulauan Seribu

by Eva Fadhilah

Trip Kepulauan Seribu Just Do You at International Women Day Just Do You at International Women Day Valentine

Valentine

by Eva Fadhilah

Valentine

Jumat, 08 Maret 2019

Just Do You at International Women's Day


Many have idea what I wanna to write, but I don’t even know, where should I do to the start with wkwkwk..
Oke, aku orangnya  ga bias kalo sehari ga ngomong, mmmm, I mean, bertukaran pikiran dengan orang. Kalo ngga diutarakan, ya paling ndumel sendiri atau kalo ngga topik yang seharusnya diomongin sekarang bakalan kepikiran dan ga akan tuntas dibahas wkwkwk.
Ngomong yang dimaksud disini tidak bisa diwakilin dengan ngobrol via telpon, video call, or chat, but should directly. Karena kalo ga gitu ya seakan ga tuntas aja, karena kita ga bisa liat ekspresi lawan bicara kita atau pun sebaliknya, dia ga akan bisa liat seekspresif apa kita dalam membahas atau berpendapat mengenai suatu hal wkwkw. Yes I know this is annoying but, oke ignor me if I like that, and you can stop to read this.
Ada beberapa hal yang mungkin terbersit saat ini, cuman yang sangat segar di ingatan mengenai international women’s day.
Yups…., I don’t know about that, what this it, or what a background behind this day. Ya mana aku tau juga sih mengenai hal itu. Yang aku tau ya hari minggu, tanggal merah, idul fitri, idul adha, dan cuti bersama hahaha. Cuman sekilas yang terpikir dibenak ini sih mengenai independen woman, correct me if I wrong.
Yang aku pikirkan mengenai international women’s day sih ya itu, mengenai independent, kebebasan berdiri sendiri seseorang, ofcourse in here is a women. Seorang wanita yang mampu berdiri sendiri tanpa punya kekangan dan merasa harus bertanggungjawab dengan orang lain dalam artian dia melakukan apapun tanpa beban, atas kemauan sendiri, berpenderian dan teguh dengan apa yang dia lakukan. Oke, it’s all exactly not me wkwk.
Oke, relete about me. Dulu aku pun pernah berpikir untuk bebas se bebas bebasnya, melakukan apa yang aku mau, dan tidak ada kekangan dari manapun. Waktu kelas 3 SMP dulu (2009) ke bandung dari Tasik sendiri aja udah senengnya minta ampun karena aku bisa nyampe ditujuan dengan selamat dan pada waktu itu ga ada temen yang bisa pergi sejauh itu. Dari sana mulai lah pengennya bepergian atau something like that, bahwa aku bisa melakukan sendiri.
Kamu pernah ga sih memikirkan bahwa pencapaian yang ada pada diri mu ini tidak seberapa dengan teman kita. Pasti pernah sih wkwkw #possesif.
Aku pernah yah berada di tahap, I haven’t power at this place, so I can’t do what I wanna do, I should have many thinking before I do. Aku ga ada apa – apanya di tempat kerja. Kayanya sekeras apapun kita ngomong dan sehalus apapun itu, kek nya ga bakal ada pengaruhnya dan ide yang ada di dirimu ga bakal direalisasikan juga. Hingga pada akhirnya, I wanna to try to speak up, and yah, ternyata aku bisa juga mempengaruhi dan apa yang aku utarakan ternyata diterima dan mampu direalisasikan. Trust me, megutarakan apa yang ada di benak kita sebenarnya tidak sesusah yang kita bayangkan. We just let it flow with your idea when you speak and argue.
So women, kita boleh memposisikan dengan merasa kecil dari orang lain. It’s normally I think. And it’s all not wrong anymore. Kondisi seperti itu memang diperlukan untuk first adaptation, untuk adaptasi kamu ditempat baru sembari mengobservasi seberapa besar, mampu nya orang lain dibanding kita, dan dimana serta bagaimana kita harus memposisikan. Setelah itu, do what you can do, and be yourself with your speaking up.
Terkadang kita pun melihat orang lain sebesar itu, dan semampu itu dibanding kita. Namun setelah kita mampu berada di tempat mereka atau kita seforum dengan mereka, kita dapat menyadari bahwa kemampuan mereka ya cuman segitu, yang ibaratnya kita pun mampu dengan tempat yang mereka sekarang berada.
The meaning point is, jangan terlalu minder dengan apa yang ada di diri kamu, bisa jadi orang lain yang kamu anggap besar sebenarnya tidak sebesar yang kamu pikir, cuman kita nya aja yang belum merasakan di tahap itu.
Kamu itu melebihi dari apa yang kamu pikrikan, dan malah melebihi dari apa yang kamu bayangkan di diri orang lain. Just do you ofcourse and never stop for making your own better with your skills and your attitude. That’s all what I wanna to share at this international women’s  day.
Aku yakin, kita mampu, dan kita lebih besar dari mereka yang kita anggap besar dan dari yang mereka bayangkan. Salam power!!

Selasa, 13 Februari 2018

Valentine, Membangun Animo dan Ekonomi


Hari Valentine (Valentine’s Day) atau dikenal juga Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari dimana di “Negeri Barat” para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Namun Valentines’s Day ini tak hanya populer di dunia barat, di Indonesia pun tak sedikit orang merayakan hari nuansa warna pink ini.
Sejarah Hari Valentine memang acap kali menjadi kontroversi dan bahan pembicaraan yang hangat bagi banyak kalangan di seluruh penjuru dunia. Kebiasaan bangsa Romawi mengadakan pesta bagi salah satu dewa/dewi mereka yaitu Lupercelia Lupercus (dewi kesuburan) adalah sejarah awal adanya Hari Valentine. Perayaan ini dilaksanakan pada awal abad keempat sebelum masehi pertengahan Februari, bersamaan dengan musim kawin burung.
Ternyata pesta Lupercalia ini bukan hanya pesta biasa, namun event tersebut juga merupakan ajang mencari jodoh dan bersenang – senang yang cukup unik. Perayaan tersebut dimulai oleh para gadis yang menuliskan namanya pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam kotak. Selanjutnya para pemuda yang hadir akan menjadi pasangan pemuda tersebut sampai pesta Lupercalia yang berikutnya (saling bertukar pasangan tanpa ikatan).
Akhirnya acara jodoh – jodohan dalam pesta Lupercalia yang telah berlangsung selama 80 tahun ini pun kemudian ditentang oleh pihak gereja yang ada di Roma. Alasannya, hal ini merupakan perayaan kafir yang bertentangan dengan ajaran Kristen.
Di lain waktu dan lain cerita, pada abad ke – 13, Romawi diperintah oleh Kaisar Claudius yang berambisi memiliki pasukan militer yang besar untuk berperang menginginkan semua pria di kerajaannya bergabung didalam ketentaraan. Caludius berpikir bahwa banyak pria Romawi enggan menjadi tentara karena takut meninggalkan keluarga da kekasih mereka. Lalu Claudius memerintahkan untuk melarang semua pertunangan dan pernikahan di Romawi.
Valentine yang pada saat itu merupakan peneta terkenal di Roma bersama – sama dengan pendeta lain bernama Marius, secara sembunyi – sembunyi tetap menikahkan para pasangan. Namun perbuatan mereka akhirnya diketahui oleh Claudius, yang langsung memerintahkan untuk menangkap dan memenggal leher Valentine. Ia dihukum pancung pada tanggal 14 Februari 270 M. Sebelum dipenggal, ia menulis surat buat puteri penjaga penjara yang senantiasa menemaninya selama di penjara. Di akhir surat ia menulis “Dengan Cinta dari Valentine mu”. Semenjak saat itu ucapan Valentine pun menjadi kata yang tersohor dan melegenda. Karena itu ada yang percaya bahwa orang – orang merayakan 14 Februari sebagai Hari Valentine untuk mengingat Valentine sebagai pejuang cinta.
Namun, terlepas dari sejarah hari valentine itu sendiri dan terlepas pula dari segala perbincangan kontroversial yang berbalut dogma dan agama, semenjak 14 Februari itulah nama “Valentine” menjadi sebuah hari untuk perayaan kasih sayang di seluruh dunia. Tidak hanya kalangan muda saja yang merayakan hari valentine, namun juga para orang tua dan anak – anak pun tak jarang ikut merayajannya. Bagi kebanyakan remaja di Indonesia, hari valentine menjadi hari yang tak bisa dilewatkan begitu saja.
Hampir semua media kerap kali menebarkan tema – tema acara beraroma valentine . TV, majalah, radio, bahkan koran pun juga membahas hari valentine . suasana Indonesia yang hijau agraris berubah menjadi hamparan permadani kayas yang tampak manis dan romantis. Rasa bangga pun menyelimuti diri para kebanyakan remaja. Hal ini terlihat dari segala atribut yang dikenakan hampir total bernuansa pink dari mulai baju, sepatu, tas, dan pernak pernik lainnya.
Tak lupa dengan ucapan Selamat Hari Valentine dan silih bertukar kartu selamat yang memang saat ini sudah kurang begitu populer jika mengucapkan selamat pada secarik kartu bergambar, sebab media SMS dan jejaring sosial sudah mengalihkan budaya berkirim kartu dan surat. Namun itu bukan berarti kebiasaan saling ucap hari valentine itu menjadi lenyap ditelan masa. Kita bisa melihat ucapan selamat valentine di setiap jejaraing sosial yang ada, bahkan bisa dibilang ucapan valentine bisa memenuhi setiap layar handphone pada 14 Februari.
Saking berharganya moment 14 Februari ini orang – orang rela merogoh saku lebih dalam untuk mendapatkan setiap barang yang bertemakan valentine. Toko – toko menggelar diskon dan promo bertemakan valentine. Bahkan harga coklat yang naik sampai 3 kali lipat pun berani dibeli demi “cinta dan kasih sayang”. Dan secara perlahan , perayaan valentine ini membawa potensi ekonomi yang menggiurkan yang secra otomatis juga membuka peluang pasar yang besar bagi industri modern yang berkaitan, terutama industri kartu ucapan selamat dan coklat.
The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari valentine menjadi hari raya terbesar kedua setelah natal dimana kartu – kartu ucapkn dikirimkan. Begitupun untuk industri coklat mencapai 13,9 miliar dollar AS untuk produksi coklat sehingga menyedot 43.322 tenaga kerja. Ini belum terhitung omset industri bunga. Kombinasi antara pedagang grosir dan eceran bunga potong yang mempunyai omset 100.000 dollar AS atau lebih menghasilkan sekitar 397 juta dollar AS atau setara dengan 3,85 triliun rupiah. Pendapatan yang sangat fantastik.
Potensi  ekonomi yang besar ini tentu saja menjadi lahan keuntungan yang sangat besar bagi para pedagang, baik secara internasional maupun daerah. Hal ini tentu saja akan berimbas pada penghasilan dan perputaran uang di daerah. Namun jika boleh berandai – andai, seandainya rasa bangga terhadap moment valentine ini diterakapkan pula pada moment yang mengusung nilai kearifan lokal, sepertinya akan menjadi sebuah moment yang unik dan menjadi daya tarik ekonomi yang cukup tinggi.
Ini bukanlah hal yang mustahil terjadi. Di Negara Sakura, Jepang, ada upacara terkenal yaitu upacara minum teh di perayaan hari jadi Negara Jepang. Konon katanya pada zaman dahulu sering disebut Chanoyu/Chat/Chato/Sadou. Tetapi dalam percakapan segari – hari orang jepang sering menyebutnya dengan Ocha. Chanoyu sendiri dapat diartikan sebagai air panas untuk teh. Upacara ini adalah salah satu ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu.
Tata cara penyajian teh yang unik seperti membungkuk hormat pada penyaji teh saat ocha (teh hijau) disajikan, memandang ornamen yang ada pada cawan dengan penuh perhatian, lalu menghargai ornamen sebagai karya seni sebelum minum teh dari cawan, dan gerakhir membuat percakapan ringan dengan tuan rumah tentang barang – barang seni tersebut. Karena cara penyajian yang khas itulah para wisatawan rela berbondong – bondong ber-traveling hanya untuk melihat orang jepang minum teh, dan bahkan banyak pula para peneliti yang mempelajari budaya minum teh ini. Padahal kalau boleh kita cicipi teh yang di jepang itu rasanya lebih nikmat teh asli Indonesia yang ada di puncak Bogor ataupun Taraju Tasikmalaya. Tapi mengapa cara kita minum teh tidak mampu menarik perhatian wisatawan? Barangkali karena kita tidak mampu menghargai alam sebagai anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya.
Namun, bagaimana jadinya jika situasi serupa, baik kebanggaan terhadap valentine ataupun kecintaannya orang jepang terhadap upacara teh diterapkan di Indonesia, misalnya pada moment perayaan Ulang Tahun Hari Jadi Tasikmalaya? Banyak hal – hal yang bisa diangkat pada perayaan HUT Tasikmalaya, seperti hasil karya Tasikmalaya yaitu kelom geulis, batik tasik, dan kerajinan tangan Rajapolah atau berbagai barang dan hal pernak pernik mengenai budaya sunda. Selain hal budaya yang diangkat, hal ini juga akan berimbas pada nilai ekonomi. Seperti valentine dan upacara minum teh di Jepang. Tentu saja pada perayaan HUT Tasik orang – orang juga akan membeli barang – barang produk orang Tasik itu sendiri atau pemerintah dengan  sengaja membuat undang – undang mengenai pemakaian pakaian Tasikmalaya atau bahkan menetapkan 1 hari berbusana sunda. Dengan hal itu para pengrajin lokal bisa hidup, kreativitas, dan produktivitasnya meningkat sehingga membangkitkan kearifan lokal.
Tidak hanya hal itu yang bisa kita dapatkan jika kita mampu meningkatkan kearifan lokal Tasikmalaya, seperti upacara minum teh di Jepang yang kerap kali dihadiri oleh wisatawan, upacara hari jadi Tasik juga kalau dikemas secara unik dan berlatarkan ciri khas sunda dan Tasikmalaya, wisatawan pun akan berbondong – bondong datang ke Tasikmalaya sehingga akan menarik ekonomi tinggi pula. Namun semua hal ini, hari valentine dan upacara minum teh –red, bisa bertahan sekian lamanya dan menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena orang – orang sangat menghargai budaya tersebut dan membanggakannya.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah kita bisa bangga dengan budaya kita sendiri, ataukah kita lebih bangga merayakan dan mengenakan atribut 14 Februari? 



*FYI, tulisan ini ditulis dulu bingits yang dikirim ke surat kabar daerah tasik, jadi yang dibahas ya disangkutkan dengan tasik wkwkw, cm karna ada velentine nya ku up aja di blog 😂

Kamis, 04 Januari 2018

B.R.A.N.D.I.N.G


Kemarin kedatangan teman lama yang berkunjung ke rumah. Long time no see banget karena memang lama tak pernah jumpa semenjak terakhir kali ke Semarang. Yups, temen kuliah sewaktu di Semarang. Sebagai tuan rumah yang baik, ku ajak dia mengintari kota dan mengunjungi event – event khas yang ada di kampung halaman. Ku ajak wisata kuliner yang iconik disini. Setelah puas jajan dan makan, kepikir buat vcall temen – temen dulu yang se kos bareng. FYI, I have friends group and the name is Lambe Vena Cava wkwkw, berawal dari kegemaran kite – kite sekos yang suka ngepoin akun gosip tersebuh hahaha. Terjadilah vcall reunited. Ditengah percakapan kite, same people said “branding”. Yups, ini yang menjadi awal kenapa saya ingin membahas “branding”.
Kata branding sendiri sangat tak asing ketika kita berada dilingkungan advertising. Tapi siapa sangka di zaman sekarang ini istilah branding akan selalu dipakai bukan dipakai tepatnya tapi dilakukan ketika kita akan bertindak apapun. At least ketika kita take a photo for profile picture tanpa sadar kita melakukan branding dengan memilah milih, mengedit dulu sebelum fixed it for pp. Sekarang kan zamannya ig and sc, yang apa – apa take a photo or video for share. Even kita macet pun sitik – sitik take – upload – take – upload. Oh damm!!
Yah, memang seperti itu zamannya. Kita mah ikutin aje wkwkw.
BTW, kembali ke awal pembahasan si branding ini. Maksud teman ku berkata branding ini sih ketika ngescreen shot vcallan and mengupload ke ig story. Dan setiap dari kita saling mengomentar: “licik banget pas yang diupload yang lu nya doang yang bagus”, dan salah satu temen berkata “tak apa – apalah kan branding” “dasar jomblo”. Yeps, branding dimaksudkan untuk menarik perhatian seseorang.
Ada temen juga yang mengatakan “tag gua di akun lu yah dan yang guanya bagus, kan siapa tau jodoh gua ada di followers lu”. Jadi ada istilah juga ‘siapa tau jodohku adalah pengikut/temen sosmedmu’. Hmmmm... okelah zaman now!
Yang aku mau bahas disini, tidaklah masalah jika mau melakukan branding di media sosial, karena memang eranya seperti itu, tapi jangan lupakan juga, dan yang sangat penting yaitu lakukan branding ama Tuhan, Alloh SWT.
Yang sangat salah, kamu catch up branding di sosmed tapi tak pernah fire branding ke Tuhan. Branding ke Tuhan seperti apa? Banyak! Kamu sholat awal waktu, pake baju terbaik ketika sholat, always pray with khusyu, sedekah, puasa dan amalan sunnah.
Tidak ada salahya juga, kamu selalu ngeshare setiap aktivitasmu di  sosmed, ga ada yang larang juga, toh itu akun lu dan tak merugikan orang juga. Tapi ya itu, jangan lalaikan juga kewajiban – kewajibanmu sebagai hamba, sebagai makhluk yang tau diri dengan bersyukur, yang tidak hanya hubungan horizontal aja yang dipentingin tapi ada hubungan vertikal yang tak jauh lebih pentingnya.

Jangan jadikan sholat, which is Alloh, sebagai tempat mengadu keluh kesal saja, ketika kita menginginkan sesuatu saja, tapi setiap kebahagiannya kau share disosmed doang. Tak ada salahnya juga ngeshare kebahagiaan, karna bisa jadi orang lain bahagia karena cipratan kebahagiaan kita. Yang menjadi highlight dari tulisan ini, jangan lupa branding kita kepada Tuhan, Alloh SWT, di sela brandingan kita kepada makhluk!

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hari Santri


Setiap keluarga mempunyai pandangan atau rules tersendiri yang ditanam dan menjadi acuan dalam segala keputusan. Begitupun dengan keluarga saya. Jika perlu dijabarkan,  bapak saya dibesarkan dilingkungan wiraswasta yang notabene pekerja, mandiri, dan selalu mengambil keputusan dengan research atau data, sedangkan mamah saya dididik dengan ilmu agama yang sangat kental. Yah, mamah dibesarkan dilingkungan pesantren. Kedua orang tua bapak sudah tiada, pun dengan sanak saudara kandung, yang mana bapak hanya punya satu saudara yang juga sudah tiada. Sedangkan orang tua mamah dan tujuh bersaudaranya masih ada sehingga ketika lebaran ataupun acara rutin keluarga suka kumpul di keluarga mamah.
Karena frekuensi interaksi yang lebih banyak dengan keluarga besar mamah menjadikan pandangan keluarga saya lebih ke didikan pesantrenan. Ya mungkin ini tidak dirasakan semua (kakak dan ade saya), tapi lebih ke saya yang lebih merasakan nuansa santriannya. Dari keluarga besar mamah, mamahlah satu – satunya anak perempuan, yang otomatis jika berkeluarga apapun dasar keluarga akan dipandu oleh seorang suami. Dan tentunya mamah dipandu oleh bapak dalam hal berkeluarga. Dan dari ke tujuh anak tersebut, anak – anak mamahlah yang tidak diarahkan untuk mondok dipesantren.  Which is cucu – cucu nenek yang tidak mondok nyantri ya saya, ade, dan kakak saya. Ehehehe...
Kakak dan adik – adik mamah notabene menjadi pendidik dibidang agama (red. Ustad) dan sebagian besar dari mereka mendirikan pondok pesantren. Jadi jelaslah ya pastinya anak – anaknya akan diarahkan untuk mondok hehehe..
Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tidak ikut mondok juga? Mmm kenapa yah? Pada waktu itu, ketika memutuskan untuk sekolah formal negeri saja punya alasan bahwa dengan hanya ngaji rutin tiap malam di pesantren uwa (kakak mamah), kalo istilah santri mah santri kalong wkwk, sudah cukup untuk membekali ilmu agama.
Buuutttt... is’s wrong!! Saya baru menyadarinya sekarang. Sangat tidaaaaaak cukup! Dulu nenek pernah bilang ketika salah satu cucunya mau menimba ilmu di gontor. “Kamu boleh pergi ke gontor, tapi sepulang dari gontor, harus masuk pondok pesantren A untuk pendalaman tauhidnya”. Dalam hati saya berkata, serius harus mondok lagi? Padahal sebelum ke gontor dia udah mondok di pesantren B. Terus cerita lain datang dari paman. Pada waktu itu anak paman mau dikirim mondok. “mang udah aja mondoknya di bandung kan banyak pondok pesantren terkenal, bagus pulak” “tidak cukup dengan itu, kajian ilmu agama harus dari ushul, salah satunya dikaji langsung dari kitab kuningnya”, lagi lagi saya berkata dalam hati, ah sama saja kan. Dan juga perkataan uwa “mondok itu bukan hanya sekedar untuk jadi ustadz, jadi ajengan atau kyai, atau bahkan untuk menghasilkan uang. Tidak! Tapi mondok adalah mencari tahu hidup yang benar itu seperti apa, harus seperti apa dan bagaimana saya hidup. Untuk dirimu, untuk pedoman dirimu”
Memang benar, pemahaman itu datangnya tidak sekaligus tapi dari kajian dan proses. Sekarang saya tau maksudnya, dan saya begitu miskin banget akan ilmu. Jadi menyesal dulu ga sempet mondok atau sekolah sambil mondok.
Tapi inti dari tulisan ini bukan masalah mondok atau tidaknya, pernah jadi santri atau tidaknya. Tapi sejauh mana kita istiqomah dalam memperbaiki diri, menambah ilmu agama, dan mengamalkan ilmu, lebih bagus lagi mengajak atau memberi pemahaman kepada sesama dan mengajaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak hanya sekedar La ilaaha Illallah, tapi juga Muhammadur Rasulullah.
Di Hari Santri ini, ayo sempatkan sholawat nariyah, jadikan diri kita menjadi simbol atau cerminan muslim yang memahami, mengkaji, dan mengamalkan ajaran Islam. Jangan merasa saya tidak meramaikan hari santri karena saya tidak pernah mondok di pesantren, kalau kata Pak Sad Aqil mah “Ada yang lulusan SD, SMP, SMA, Universiatas tapi hormat kepada kyai dan dia menjalankan perintah agama, ibadah, itu sudah kita panggil santri”.

Selamat Hari Santri 2017

“Bahkti Santri Untuk Negeri, Santri Mandiri NKRI Hebat”


Salah satu kegiatan menyambut hari santri, sholawat nariyahan di Pondok Pesantren KH. Zaenal Musthafa Sukamanah - Tasikmalaya #1miliarSholawatNariyah

Senin, 22 Mei 2017

A Little Bit of Prepare for Ramadhan



Tagline Bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan berkah memang benar adanya. Selain sangat ditunggu – tunggu kedatangannya, Ramadhan juga memberi kesan tersendiri terutama di Indonesia. Yups, negara yang mayoritas muslim terbesar di dunia ini begitu antusias menyambutnya. Dari mulai pawai obor di kampung – kampung, lomba – lomba taghrib ramadhan, kebutuhan pokok yang mulai naik harga, hingga tiket – tiket promo. Promo program televisi selama ramadhan pun mulai kian berseliweran 2 – 3 minggu sebelum masuk bulan Ramadhan.
Dari ribuan bahkan milyaran artikel di internet mengenai persiapan menyambut bulan Ramadhan ada secuil yang ingin saya ingatkan hal – hal dalam menyambut atau mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan nanti. Hal – hal ini saya dapatkan ketika ngaji di pesantren. Apa saja hal – hal itu?
Hal yang secuil itu yaitu mengenai niat puasa ramadhan. Memang benar ada beberapa versi atau pendapat mengenai niat dalam hal ini pada puasa Ramadhan. Ada yang mengatakan harus dimalam hari, ada yang membolehkan setelah fajar juga sah, ada niat di satubulankan, dan ada pula niat yang wajibnya setiap hari. Untuk itu kita bahas sedikit (saya ulas hanya sekilas supaya memberi ke “tahu” an saja).
Adanya perbedaan ini berawal dari pendapat beberapa imam mazhab fiqih yang kita kenal dengan 4 imam mazhab fiqih.
1.      Imam Syafi’i
Menurut Imam Syafi’i niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap hari di waktu malam atau dari ba’da maghrib sampai sebelum terbit fajar.
2.      Imam Hanbali
Pendapat Imam Hanbali sama seperti Imam Syafi’i yang mana puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
3.      Imam Hanafi
Imam Hanafi berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan bisa dilakukan dari terbit fajar sampai waktu dzuhur.
4.      Imam Maliki
Lain halnya dengan Imam Maliki, Ia berpendapat bahwa niat puasa Ramdhan bisa dengan 1 kali niat untuk 1 bulan puasa Ramadhan. Niat ini wajib dilakukan pada hari pertama atau tanggal 1 Ramadhan.
Ada beberapa teman yang nanya, jika kita tak tahu kita ikut mazhab yang mana dalam fiqih gimana? Tenang, sebagian besar di Indonesia taqlid atau mengikuti Imam Syafi’i. Namun jika ingin jelas aturan dalam bermazhab penjelasan mudahnya ada di sini dan untuk mempelajari lebih dalam fiqih keempat Imam tersebut bisa cek di buku Kitabul Fiqhi ‘Alal Madzahibul Arba’ah.
Karena kita (saya dan muqallid Imam Syafi’i) taqlid pada Imam Syafi’i maka niat puasa wajib dilakukan di malam hari sampai sebelum adzan subuh (terbit fajar) dan dilakukan setiap hari. Which is jika kita lupa niat dimalam hari maka puasa ramadhan kita tidak sah namun wajib “ngeker” atau menahan diri layaknya seperti orang yang berpuasa.
Nah ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menjaga niat puasa ramadhan kita. Gimana? Yaitu kita bisa melakukan niat seperti pendapat Imam Maliki. Yups! Berniat puasa untuk 1 bulan Ramadhan. Niatnya seperti apa? Gini nih:
Niat abi puasa ramadhan di sabulankeun seja taqlid ka Imam Maliki fardu karna Alloh Ta’ala” wekwekwek itu persi eh versi sunda-na.
Niat saya berpuasa Ramadhan di Satu Bulankan dengan Taqlid pada Imam Maliki wajib karena Alloh Ta’ala
Niat puasa Ramadhan seperti Imam Maliki ini berlaku dilakukan hanya pada awal puasa Ramadhan atau pada tanggal 1 Ramadhan saja. It means jika kita lupa niat taqlid Imam Maliki di hari pertama puasa maka tidak bisa dilakukan dihari keduanya.
Terus gimana jika kita lupa taqlid niat puasa Imam Maliki dan kita pun lupa niat puasa seperti biasanya (Taqlid Imam Syafi’i)? Maka kita dapat berniat puasa taqlid kepada Imam Hanafi. Caranya:
Niat saya puasa Ramadhan wajib karena Alloh Ta’ala dengan taqlid kepada Imam Hanafi
Aturan niat puasa Imam Hanafi pun sampai adzan dzuhur, lebih dari itu maka tidak berlaku. Terus gimana jika ingatnya pas habis dzuhur? Maka puasanya tidak sah dan wajib di tahan sampai maghrib serta wajib di qodho atau diganti.
Secuil ilmu mengenai niat puasa yang selalu dan pasti disinggung di masjid tempat saya melaksanakan sholat tarawih hehehe..
Selain itu ada banyak yang harus disiapkan dan mungkin teman – teman juga tahu apa saja yang harus disiapkan itu. Dari mulai me-list doa – doa yang akan dipanjatkan selama Ramdhan nanti. Trust me! Ini harus benar – benar disiapkan sekarang karena kita suka lupa doa apa yang sekarang akan di panjatkan yang kemarin belum dipanjatkan. Ingat – ingat lagi waktu – waktu mustajab doa. Sunnah – sunnah apa aja yang harus dilakukan.
Oh ya, seringkali kita mendengar ceramah dan membaca bahwa sunnah menyegerakan berbuka, sunnah mengakhir – akhir sahur, sunnah makan sahur dan sunnah lainnya. Yuup!! Jangan sampai kita hanya: ah nanti saya makan sahurnya 15 menit sebelum adzan dan hanya sampai disitu, kita tidak melafalkan niat itu didalam hati seperti:
Niat saya mengakhirkan makan sahur, sunnah karena Alloh Ta’ala” atau
Niat saya menyegerakan berbuka, sunnah karena Alloh Ta’ala
Dan niat sunnah – sunnah yang lainnya. Karena hanya sekedar ingat tanpa diniatkan seperti itu tidak akan menjadi pahala. Sekedar mau ngingetin juga ketika kita sholat tarawih di masjid kita pun bisa meniatkan untuk i’tikaf dan ingtidorussholat (menunggu datang waktu sholat). Ingaatt!! Jangan hanya di iya kan saja tapi juga dilafalkan dalam hati biar jadi pahala hehe.
Masih banyak hal – hal lain yang harus disiapkan, ini mah hanya secuil yang keinget aja. Keep searching! Keep muthola’ah! Keep kajian! Biar mantep lagi ilmunya.
Wallohu a’lam bi showab.. Ma’assalaamah!

Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal Lebih Dekat Sinbiotik


Hollaa good people!! Kali ini kita akan mengupas sedikit kajian dari sinbiotik. Pastinya dan harusnya sudah ga asing sih dengan kata yang satu ini untuk kalian – kalian yang mendalami kajian gizi, pangan, tata boga, biologi, bahkan medical sekalipun.
Sebelum kita membahas mengenai simbiotik, mungkin kita sering sekali melihat sekarang banyak produk susu kemasan yang membubuhi produknya dengan tulisan ‘mengandung probiotik, sinbiotik, mengandung bifidobacterium, lactobacillus protectus, FOS, GOS,’ dan lain lain tapi belum tahu apa sih sebenarnya sinbiotik itu? Lalu apa kaitannya dengan kesehatan?
Singkatnya, SINBIOTIK itu adalah produk makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik. Makhluk apa lagi sih ini? Lalu bedanya apa probiotik dan prebiotik? Yuk kita bahas satu – satu!
PROBIOTIK adalah mikroba hidup (bakteri) yang dijadikan makanan tambahan dan dapat memberikan keuntungan dengan menjaga dan memperbaiki keseimbangan mikrobiota dalam usus. Sedangkan PREBIOTIK adalah komponen bahan makanan yang dapat difermentasikan namun tidak dapat dicerna oleh enzim manusia yang mampu menstimulasi pertumbuhan dan mengaktifkan bakteri di usus.
Jadi kalau digambarkan, probiotik itu adalah bakterinya, sedangkan prebiotik itu makanan bakterinya. Nah, probiotik yang dikonsumsi bersamaan dengan prebiotik ini yang kita sebut sinbiotik, dimana kombinasi keduanya akan membantu bakteri baik di usus.
Sinbiotik ini beda dengan antibiotik. Jadi pada dasarnya antibiotik bekerja untuk mematikan mikrobia, sedangkan sinbiotik bekerja mendorong pertumbuhan mikrobia terutama mikrobia baik. Jadi sinbiotik ini mampu menyebabkan bakteri yang kurang baik seperti E.coli, Salmonella, dan lain – lain terhambat pertumbuhannya, sedangkan bakteri baik seperti Lactobacillus meningkat jumlahnya.
Sekarang kita kupas satu – satu!
Suatu bakteri dapat disebut sebagai probiotik apabila tidak patogen, tidak beracun, mampu melakukan aktivitas metabolik di dalam saluran cerna, berasal dari spesies yang jelas, mampu bertahan hidup pada pH yang rendah dan garam empedu konsentrasi tinggi, mampu menempel dan membentuk koloni pada epitel usus, memiliki sifat antibakteri, serta menguntungkan untuk kesehatan.
Kebanyakan probiotik berasal dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium. Namun tidak semua bakteri dari genus tersebut dapat digolongkan sebagai probiotik. Contohnya Lactobacillus Bulgaricus yang dipakai untuk pembuatan yoghurt tidak termasuk dalam probiotik karena bakteri ini tidak tahan dalam kondisi pH asam dan kondisi garam empedu tinggi. Sehingga tidak mampu bertahan dalam usus.
Nah, karena syarat probiotik yang buanyak banget, makanya kita harus sangat selektif dalam memilih apakah bakteri bisa dipakai dalam makanan sinbiotik atau tidak. Pertama, dari bahan makanan yang kita curigai mengandung probiotik contohnya tape, kita tumbuhkan dulu bakterinya di media selektif. Gunanya untuk memisahkan antara bakteri dari genus yang kita pengen lihat dengan genus lain. Contohnya media selektif Lactobacillus (MRS) ini Cuma bisa ditumbuhi lacto saja, bakteri lain seperti E.colli tidak akan bisa tumbuh.
Dari hasil kultur selektif ini kemudian dipilih beberapa koloni untuk diuji dengan media asam (pH 2 – 3) seperti di lambung dan media yang mengandung garam empedu. Kalau di kedua media ini bekter bakteri dapat tumbuh menandakan bakteri ini mampu bertahan sampai usus kita. Setelah itu bakteri yang potensial menjadi probiotik diuji kemampuan antagonis melawan bakteri patogen seperti E.coli, Streptococcus, atau Salmonella dan dibandingkan dengan kerja antibiotik atau probiotik komersil lain. Kalau kemampuan antagonisnya baik, berarti bakteri terbukti mampu menjadi probiotik. Dari sini kita bisa mulai mengkulturkan bakteri pada bahan makanan seperti susu. Namun, sebelum dikonsumsi manusia, perlu uji coba pada hewan coba dan dilihat dampak pada kesehatannya.
Lama kan prosesnya? Untuk itu kenapa produk makanan yang mengandung sinbiotik pasti lebih mahal, karena proses menemukannya dan uji klinisnya yang sangat sulit sekali.
Tapi jangan patah semangat! Ternyata banyak loh makanan lokal disekitar kita yang sudah terbukti mengandung probiotik. Contohnya seperti gatot, growol, dadih, asinan, acar, mandai, campedak, tempoyak, pakasam, wadi, tape, dan lain sebagainya. Selain itu banyak juga makanan impor yang mengandung probiotik seperti kefir, kimchi, keju, dan yoghurt. Maka dari itu, kalau bingung cari probiotik dimana kita tinggal cari saja makanan itu. Gampang kan?
Beralih ke prebiotik, kita sudah tahu kan kalau prebiotik itu adalah makananya bakteri. Nah, makanan bakteri ini lebih sudah dapatnya daripada makanan manusia hehehe. Jadi analoginya, prebiotik itu adalah substrat atau zat gizi yang tidak boleh tercerna oleh metabolisme manusia sampai bisa dimanfaatkan oleh bakteri di kolon. Karena itu, zat ini harus resisten dari pH yang berubah – ubah, enzimatis, dan garam empedu. Selai itu, prebiotik yang baik dapat mendukung pertumbuhan spesifik bakteri baik saja. Nah, zat yang tergolong dalam kategori ini kebanyakan adalah karbohidrat kompleks dalam bentuk serat larut atau pati resisten.
Contoh dari prebiotik ini adalah inulin, fruktooligosakarida (FOS), galaktooligosakarida (GOS), fruktan, stakiosa, rafinosa, dan lain sebagainya. Setiap probiotik memiliki prebiotik spesifikasinya masing – masing. Jadi tidak selalu prebiotik cocok dengan semua bakteri, contohnya FOS lebih cocok untuk Lactobacillus. Jadi harus hati – hati dalam pemilihan pasangan prebiotik dan probiotik.
Tapi dimana sih carinya zat – zat prebiotik itu? Bacanya aja susah hahahah!
Tenang aja guys, prebiotik ini secara natural banyak ditemukan dimakanan sehari -  hari kok. Contohnya dibawang – bawangan, pisang, tomat, kacang – kacangan, dan lainnya. Tetapi, ada bahan makanan yang mengandung prebiotik alami dalam jumlah yang besar dan hanya ada di negara tropis seperti Indonesia, yaitu gembili, garut, ubi, bengkoang, umbi bunga dahlia, dan banyak umbi – umbi lainnya. Beruntungkan kita hidup di Indonesia! Makanya, rajin – rajin deh kita makan makanan lokal.
Setelah tahu selak beluk pribiotik dan prebiotik, sekarang kita belajar yuks apa manfaatnya untuk kesehatan.
Pertama, fungsi dari makanan sinbiotik adalah meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Dengan meningkatnya bakteri baik di usus, bakteri jahat seperti E.coli, Salmonella, dan teman – temannya dapat ditekan pertumbuhannya, sehingga kejadian penyakit seperti diare dapat ditekan. Dengan demikian sinbiotik dapat berguna juga sebagai antibiotik alami tanpa mengganggu keseimbangan mikrobiota usus. Disamping itu, pertumbuhan mikrobiota yang baik dapat meningkatkan massa feses dan meningkatkan frekuensi BAB.
Kedua, karena pertumbuhan bakteri baik di usus bagus, maka metabolisme zat gizi di usus menjadi lebih maksimal. Karena bakteri di usus juga berperan penting dalam pemecahan zat gizi dan membantu absorbsinya terutama sejumlah mineral yang kelarutannya rendah seperti zat besi, kalsium, zink, dan sebagainya. Selain itu, 5 – 15% dari total energi yang kita peroleh berasal dari hasil fermentasi bakteri di usus melalui produksi SCFA (Short Chain Fatty Acid).
Masih penasaran? Fokus yaah!
Ketiga, kombinasi sinbiotik yang tepat dapat memiliki efek antioksidan sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya kanker, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner.
Keempat, sinbiotik dapat menstimulasi imunitas kita. Sebagian besar virus dan bakteri patogen umumnya masuk melalui saluran pencernaan. Pertumbuhan mikrobia yang baik di usus akan meningkatkan produksi SCFA dalam usus dan meningkatkan respon natural killer cell, T cell dan lain – lain sebagai tameng pelindungan pertama kita.
Kelima, sinbiotik dapat memberikan efek antikarsinogenik karena metabolit dari bakteri baik di usus dapat berkonjugasi dan menonaktifkan komponen toksik dan xenobiotik sehingga lebih mudah dieliminasi melalui urin atau feses. Sehingga kejadian kanker kolon dapat menurun.
Dan Keenam, yang sekarang sedang hits banget banyak orang teliti adalah adanya pengaruh bakteri baik di usus dengan produksi neurotrasmitter di otak sehingga dapat mempengaruhi mood, stress, kecemasan, prilaku, hingga motorik seseorang. Sehingga ngga heran seseorang yang memiliki komposisi mikrobiota usus baik cenderung memiliki mood dan stress yang lebih terkontrol, respon motorik yang lebih baik, dan psikolog yang terarah. Beberapa penelitian juga kalau seorang anak yang rutin diberikan sinbiotik juga memiliki perkembangan otak dan kecerdasan yang lebih baik.
Selain itu masih banyak sekali manfaat sinbiotik seperti menghambat diabetes, mencegah obesitas, menurunkan kolesterol, dan masih banyak lagi lainnya. Semua manfaat ini sudah teruji secara klinis dalam penelitian.
Nah, udah tahu kan kalau ternyata makanan sinbiotik itu penting banget untuk kita konsumsi setiap hari. Ga perlu takut kalau ga bisa beli makanan sinbiotik komersil yang cenderung lebih mahal. Makanan yang murah dan banyak dipasaran justru tanpa kita sadari juga memiliki kandungan sinbiotik. Akan tetapi mengkonsusmsi probiotik dan prebiotik juga ada dosisnya seperti obat pada umumnya. Jika berlebih maka dapat menyebabkan perut kembung, diare, dan dysbiosis (kondisi dimana komposisi mikrobiota tidak seimbang). Teritama produksi komersil biasanya sudah dituliskan anjuran penggunaannya yang disarankan. Jadi perlu hati – hati yah mengkonsumsinya, jangan terlalu banyak apalagi sampai berbotol – botol setiap hari.

Selanjutnya ada sedikit tanya jawab yang mengupas sinbiotik dan mungkin pertanyaain ini ada dibenak teman – teman juga, so lets check out!
-          Apakah pada makanan yang mengandung probiotik (gatot, growol, dadih, dll) yang dimasak melalui pemanasan bakterinya masih bertahan?
Untuk makanan yang dimasak tentu saja akan merngubah komposisi bakterinya. Akan tetapi setelah dilakukan pemasakan pasti ada proses fermentasi lanjutan setelah pemasakan baik disadari ataupun tidak disadari terjadi. Maka dari itu meskipun dimasak, bakteri tetap bisa hidup. Karena beberapa bakteri tetap dapat hidup walaupun dipanaskan namun berubah bentuk menjadi dorman atau kondisi pasif untuk tetap mempertahankan dirinya.
-          Adakah waktu yang tepat untuk mengkonsumsi sinbiotik?
Sejauh ini tidak ada aturan yang menyarankan waktu – waktu tertentu untuk mengkonsumsi sinbiotik. Namun perlu dipahami kebanyakan produk sinbiotik memiliki pH yang rendah sehingga alangkah baiknya untuk yang pencernaanya sensitif dan rawan gastritis perlu hati – hati mengkonsumsi sinbiotik dalam keadaan perut kosong. Alangkah baiknya jika dikonsumsi setelah makan karena makanan yang kita konsumsi setelah makan bisa jadi substrat untuk makanan bakteri juga.
-          Semakin banyak mengkonsumsi  sinbiotik berarti semakin meningkatkan microbial fermentationnya, which is makin meningkat produksi SCFA. Jadi sebenarnya SCFA itu prevent atau promote obesity?
Ini yang masih saat ini menjadi perdebatan dikalangan peneliti apakah SCFA ini prevent atau promote obesity. Yang pasti kalau dilihat dari segi sinbiotik, sejauh ini prebiotik bisa membantu menghasilkan SCFA. Sejauh mana hasilnya dan seperti apa bentuk ikatan kimianya, belum ada acuan mendasar yang pasti karena masih berbeda – beda hasil dari setiap peneliti.
-          Seberapa besar penurunan risiko kanker jika rutin mengkonsumsi sinbiotik?  Apakah penurunan risiko kanker ini berlaku juga bagi orang yang sudah memiliki keturunan kanker? Berapa banyak asupan sinbiotik yang dibutuhkan tubuh dan bagaimana cara mengetahui jika asupan tubuh sudah tercukupi?
Sudah terbukti kalau sinbiotik mampu mengikat prooksidan dan toksik – toksik lain yang dapat menyebabkan kanker terutama kanker kolon. Kalau masalah keturunan, sebenarnya kanker itu bisa kita modifikasikan dari gaya hidup. Genetik hanya berpengaruh 10 – 30% saja. Jadi kalau kita bisa prevent dengan pola hidup yang baik, pasti hasilnya tidak mengkhianati usaha. Untuk asupan sinbiotik ini tidak ada kayak AKG nya gitu. Hanya saja ada batasan ambang atas yang sudah dibuat baku oleh FDA untuk prebiotik yakni 4 gram. Sedangkan probiotik selama tidak menimbulkan efek samping seperti diare dsb, maka tidak ada batasan atas karena pertumbuhan bakteri kita tidak bisa perkirakan pada setiap orang bisa berbeda – beda.
-          Banyak dijumpai makanan lokal atau makanan dalam bentuk olahan yang tidak tercantum berapa kandungan gizi maupun dosis penggunaannya. Bagaimana mengetahui makanan yang dikonsumsi sudah mencukupi dosis atau belum?
Untuk produk sinbiotik yang natural sejauh ini belum ada aturan yang mengikat harus seperti apa dosisnya. Tetapi kalau sudah menimbulkan efek samping seperti perut kembung, diare, dll berarti sudah berlebihan konsumsinya. Makanya perlu diseimbangkan dengan makanan yang lainnya supaya saling melengkapi. Kalau sinbiotik yang komersial biasanya sudah dihitung secara presisi sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi kalau berlebihan ketahuan efek sampingnya.
-          Kenapa ayam organik disebut probiotik? Efek di dalam usus sendiri apakah sama seperti makanan yang mengandung Lactobacillus dan sejenisnya?
Ayam organik dan nonorganik perbedaanya pada makanannya, dimana yang organik diberikan makanan alami sedangkan nonorganik diberikan campuran kimiawi. Jadi ga ada kaitannya dengan kandungan bakterinya. Makan ayam pasti dimasak hingga matang dan tidak ada proses fermentasi tambahan jadi agak pesimis kalau ayam bisa mengandung Lactobacillus dan kawan – kawannya.
-          Apakah peran sinbiotik dalam antibiotic-associated diarrhea?
Antibiotik pada dasarnya akan menghancurkan komposisi mikrobiota. Hanya saja sejauh mana kerusakan komposisi ini tergantung dari dosis dan lama penggunaan antibiotik. Dan pada dasarnya sinbiotik mampu membantu membentuk komposisi mikrobiota yang sehat. Dengan demikian pemberian sinbiotik akan mampu membantu memperbaiki mikrobiota pasca pemberian antibiotik.
-          Bagaimana aturan konsumsi sinbiotik ketika sedang diare atau pencernaan bermasalah?
Kalau seseorang diare karena infeksi justru dianjurkan untuk mengkonsumsi sinbiotik. Pertama karena efeknya yang mampu melawan bakteri patogen dan membantu mengeluarkan racun. Kedua, ketika diare komposisi mikrobiota otomatis akan berubah. Untuk itu diperlukan restrukturisasi. Sinbiotik ini akan membantu tubuh mengembalikan komposisi mikrobiota usus ke keadaan sehat.
-          Perlu adakah sinbiotik yang spesifik untuk tiap orang mengingat setiap orang punya karakteristik mikrobiota yang berbeda – beda atau sudah cukup disamakan jenisnya untuk semua?
Setiap orang punya karakteristik mikrobiota usus yang berbeda – beda tergantung pola makannya, konsumsi antibiotik, kondisi kesehatannya, bahkan cara dia dilahirkan dulu. Sejauh ini belum ada sinbiotik khusus yang dispesifikkan untuk karakteristik mikrobiota setiap orang. Tetapi percayalah Tuhan itu Maha Kuasa sudah mengatur komposisi mikrobiota usus kita sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan konsumsi sinbiotik, secara tidak langsung kita turut membantu merawat bakteri diperut supaya tetap sehat dengan mengatur lingkungan di usus.
-          Untuk pasien penderita kanker apakah mengkonsumsi sinbiotik dapat membantu juga dalam proses penyembuhan? Dalam konsumsi sinbiotik apakah ada jenis makanan yang perlu dihindari?
Untuk pasien kanker, pastinya apa yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh pada hasil treatmentnya. Selama ini tidak ada kontradiksi, sinbiotik dapat diberikan. Apalagi efek treatment kanker bisa membunuh sebagian besar bakteri di usus. Untuk itu perlu kita kembalikan ke kondisi semula. Untuk konsumsi sinbiotik, sejauh ini tidak ada pantangan yang perlu diberikan.

Sinbiotik ini adalah produk gizi yang masih sangat baru (ditemukan tahun 1995), maka penelitian terkait probiotik dan prebiotik masih sangat – sangat berkembang dan terus berubah. Untuk itu bisa banget sinbiotik ini dijadikan lahan penelitian karena belum ada acuan yang tegas mengenai hal ini.

Pada dasarnya jangan takut konsumsi sinbiotik, karena kita sangat butuh sinbiotik untuk kesehatan kita. Pesan terakhir, Cintai Ususmu – Makan sinbiotik tiap hari !!

Minggu, 12 Maret 2017

Drama Korea

Drama korea atau yang lebih dikenal dengan drakor sangat tak asing lagi bagi sebagian perempuan – perumpuan khususnya di Indonesia. Drakor sangat dicintai karena sebagian penyuka beropini bahwa drakor menyuguhkan intrik, plot, dan karakteristik peran yang disuguhkan mewakili sebagian emosi. Yah emosi! Karena sebenarnya ketika kita nonton sebuah movie, drama, sinetron sekalipun, disanalah kita sedang bermain emosi.
Yang lebih menarik dari drakor ketimbang sinetron kita (maksud saya yang di produksi di Indonesia hehe), drakor lebih dapat dalam memainkan emosinya. Dari emosi yang menyenangkan dan bikin hati berbunga -  bunga (kata anak remaja mah) langsung dibalikan 360 derajat menjadi emosi sedih yang menguras hati (lebaynya wkwk). Yah disitulah emang lebihnya. Dan tentunya emosi itu mewakili emosi yang memang jarang kita temukan di real life.
Makanya tak salah deh aku pernah bikin kalimat “bermain dalam emosi yang tak pernah ku mainkan” itu memang mewakilin banget bagi sebagian besar yang penonton drakor (remaja tanggung dewasa) dan termasuk sinetron pula yang digandrungi emak – emak. Yah termasuk aku pula sih yang doyan liat drakor wkwkw.
Cuma, in my opinion, ada manfaatnya kita nonton drakor, sinetron, ftv dan sejenisnya. Poin positifnya adalah ketika emosi yang disuguhkan seperti romance-nya atau nuansa bahagia aktornya menular pula pada penontonnya. Nah kenapa hal itu positif? Karena emosi kebahagiaan dapat membangkitkan hormon kebahagiaan yang anak medis menyebutnya hormon serotonin. Coba searching deh, dah banyak ko yang membahas fungsi hormon ini.
Disisi dampak positif ada pula negatifnya. Yah kebalikannya, jika drakor dan yang lainnya itu menampilkan emosi negatif seperti dendam kusumat wkwk, deep sadly, maka akan menularkan hal yang sama pula. Hal ini dialami pula sama teman SMA, this true story guys, temanku tiba – tiba nangis sejadi – jadinya di kelas, lagi belajar pun air mata bercucuran, pasti heran ko guru gak negur, yep dia pake masker dengan alibi flu berat. Pas jam istirahat to be contunue nagis lagi. Alhasil ini menjadi pusat perhatian sekelas. Dan semua orang bertanya – tanya, why you cry crazy like that. Setelah di konfirmasi ama temen sebangkunya alasan dia nangis..... guess what?? Pemeran drakor yang dia gandrungi nama tokohnya ji hoo akan nikah sama lawan mainnya. And you know,  nikah dalam cerita darkor bukan nikah di real life. This crazy gusys! This insane!
Yah begitulah emosi bermain. Tapi jangan hawatir guys, karena sebagian besar penonton dan tentunya yang membuat rating tayangan diatas awan adalah cerita – cerita yang happy ending, happily ever after. Ini tidak menyimpulkan semua cerita drakor atau sinetron berakhir happy ending tapi sebagian besar dapat dipastikan akan berakir bahagian wkwkw.

  Nah, jika kamu – kamu merasa kebahagiaan datang bentar – bentar atau feeling in love nya jarang, nonton darkor deh, ini membantu membahagiakan hati kamu – kamu hehe. Tapi jangan berharap real life akan seindah itu karena hidup tak seindah drama korea (iklan produk softdrink wkwk).