Mengorbit Alam Semesta
INI UBAH

Mengorbit Alam Semesta

by Eva Fadhilah

Mengorbit Alam Semesta Refleksi Bumi

Refleksi Bumi

by Eva Fadhilah

Refleksi Bumi Trip Kepulauan Seribu

Trip Kepulauan Seribu

by Eva Fadhilah

Trip Kepulauan Seribu Just Do You at International Women Day Just Do You at International Women Day Valentine

Valentine

by Eva Fadhilah

Valentine

Selasa, 13 Februari 2018

Valentine, Membangun Animo dan Ekonomi


Hari Valentine (Valentine’s Day) atau dikenal juga Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari dimana di “Negeri Barat” para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Namun Valentines’s Day ini tak hanya populer di dunia barat, di Indonesia pun tak sedikit orang merayakan hari nuansa warna pink ini.
Sejarah Hari Valentine memang acap kali menjadi kontroversi dan bahan pembicaraan yang hangat bagi banyak kalangan di seluruh penjuru dunia. Kebiasaan bangsa Romawi mengadakan pesta bagi salah satu dewa/dewi mereka yaitu Lupercelia Lupercus (dewi kesuburan) adalah sejarah awal adanya Hari Valentine. Perayaan ini dilaksanakan pada awal abad keempat sebelum masehi pertengahan Februari, bersamaan dengan musim kawin burung.
Ternyata pesta Lupercalia ini bukan hanya pesta biasa, namun event tersebut juga merupakan ajang mencari jodoh dan bersenang – senang yang cukup unik. Perayaan tersebut dimulai oleh para gadis yang menuliskan namanya pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam kotak. Selanjutnya para pemuda yang hadir akan menjadi pasangan pemuda tersebut sampai pesta Lupercalia yang berikutnya (saling bertukar pasangan tanpa ikatan).
Akhirnya acara jodoh – jodohan dalam pesta Lupercalia yang telah berlangsung selama 80 tahun ini pun kemudian ditentang oleh pihak gereja yang ada di Roma. Alasannya, hal ini merupakan perayaan kafir yang bertentangan dengan ajaran Kristen.
Di lain waktu dan lain cerita, pada abad ke – 13, Romawi diperintah oleh Kaisar Claudius yang berambisi memiliki pasukan militer yang besar untuk berperang menginginkan semua pria di kerajaannya bergabung didalam ketentaraan. Caludius berpikir bahwa banyak pria Romawi enggan menjadi tentara karena takut meninggalkan keluarga da kekasih mereka. Lalu Claudius memerintahkan untuk melarang semua pertunangan dan pernikahan di Romawi.
Valentine yang pada saat itu merupakan peneta terkenal di Roma bersama – sama dengan pendeta lain bernama Marius, secara sembunyi – sembunyi tetap menikahkan para pasangan. Namun perbuatan mereka akhirnya diketahui oleh Claudius, yang langsung memerintahkan untuk menangkap dan memenggal leher Valentine. Ia dihukum pancung pada tanggal 14 Februari 270 M. Sebelum dipenggal, ia menulis surat buat puteri penjaga penjara yang senantiasa menemaninya selama di penjara. Di akhir surat ia menulis “Dengan Cinta dari Valentine mu”. Semenjak saat itu ucapan Valentine pun menjadi kata yang tersohor dan melegenda. Karena itu ada yang percaya bahwa orang – orang merayakan 14 Februari sebagai Hari Valentine untuk mengingat Valentine sebagai pejuang cinta.
Namun, terlepas dari sejarah hari valentine itu sendiri dan terlepas pula dari segala perbincangan kontroversial yang berbalut dogma dan agama, semenjak 14 Februari itulah nama “Valentine” menjadi sebuah hari untuk perayaan kasih sayang di seluruh dunia. Tidak hanya kalangan muda saja yang merayakan hari valentine, namun juga para orang tua dan anak – anak pun tak jarang ikut merayajannya. Bagi kebanyakan remaja di Indonesia, hari valentine menjadi hari yang tak bisa dilewatkan begitu saja.
Hampir semua media kerap kali menebarkan tema – tema acara beraroma valentine . TV, majalah, radio, bahkan koran pun juga membahas hari valentine . suasana Indonesia yang hijau agraris berubah menjadi hamparan permadani kayas yang tampak manis dan romantis. Rasa bangga pun menyelimuti diri para kebanyakan remaja. Hal ini terlihat dari segala atribut yang dikenakan hampir total bernuansa pink dari mulai baju, sepatu, tas, dan pernak pernik lainnya.
Tak lupa dengan ucapan Selamat Hari Valentine dan silih bertukar kartu selamat yang memang saat ini sudah kurang begitu populer jika mengucapkan selamat pada secarik kartu bergambar, sebab media SMS dan jejaring sosial sudah mengalihkan budaya berkirim kartu dan surat. Namun itu bukan berarti kebiasaan saling ucap hari valentine itu menjadi lenyap ditelan masa. Kita bisa melihat ucapan selamat valentine di setiap jejaraing sosial yang ada, bahkan bisa dibilang ucapan valentine bisa memenuhi setiap layar handphone pada 14 Februari.
Saking berharganya moment 14 Februari ini orang – orang rela merogoh saku lebih dalam untuk mendapatkan setiap barang yang bertemakan valentine. Toko – toko menggelar diskon dan promo bertemakan valentine. Bahkan harga coklat yang naik sampai 3 kali lipat pun berani dibeli demi “cinta dan kasih sayang”. Dan secara perlahan , perayaan valentine ini membawa potensi ekonomi yang menggiurkan yang secra otomatis juga membuka peluang pasar yang besar bagi industri modern yang berkaitan, terutama industri kartu ucapan selamat dan coklat.
The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari valentine menjadi hari raya terbesar kedua setelah natal dimana kartu – kartu ucapkn dikirimkan. Begitupun untuk industri coklat mencapai 13,9 miliar dollar AS untuk produksi coklat sehingga menyedot 43.322 tenaga kerja. Ini belum terhitung omset industri bunga. Kombinasi antara pedagang grosir dan eceran bunga potong yang mempunyai omset 100.000 dollar AS atau lebih menghasilkan sekitar 397 juta dollar AS atau setara dengan 3,85 triliun rupiah. Pendapatan yang sangat fantastik.
Potensi  ekonomi yang besar ini tentu saja menjadi lahan keuntungan yang sangat besar bagi para pedagang, baik secara internasional maupun daerah. Hal ini tentu saja akan berimbas pada penghasilan dan perputaran uang di daerah. Namun jika boleh berandai – andai, seandainya rasa bangga terhadap moment valentine ini diterakapkan pula pada moment yang mengusung nilai kearifan lokal, sepertinya akan menjadi sebuah moment yang unik dan menjadi daya tarik ekonomi yang cukup tinggi.
Ini bukanlah hal yang mustahil terjadi. Di Negara Sakura, Jepang, ada upacara terkenal yaitu upacara minum teh di perayaan hari jadi Negara Jepang. Konon katanya pada zaman dahulu sering disebut Chanoyu/Chat/Chato/Sadou. Tetapi dalam percakapan segari – hari orang jepang sering menyebutnya dengan Ocha. Chanoyu sendiri dapat diartikan sebagai air panas untuk teh. Upacara ini adalah salah satu ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu.
Tata cara penyajian teh yang unik seperti membungkuk hormat pada penyaji teh saat ocha (teh hijau) disajikan, memandang ornamen yang ada pada cawan dengan penuh perhatian, lalu menghargai ornamen sebagai karya seni sebelum minum teh dari cawan, dan gerakhir membuat percakapan ringan dengan tuan rumah tentang barang – barang seni tersebut. Karena cara penyajian yang khas itulah para wisatawan rela berbondong – bondong ber-traveling hanya untuk melihat orang jepang minum teh, dan bahkan banyak pula para peneliti yang mempelajari budaya minum teh ini. Padahal kalau boleh kita cicipi teh yang di jepang itu rasanya lebih nikmat teh asli Indonesia yang ada di puncak Bogor ataupun Taraju Tasikmalaya. Tapi mengapa cara kita minum teh tidak mampu menarik perhatian wisatawan? Barangkali karena kita tidak mampu menghargai alam sebagai anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya.
Namun, bagaimana jadinya jika situasi serupa, baik kebanggaan terhadap valentine ataupun kecintaannya orang jepang terhadap upacara teh diterapkan di Indonesia, misalnya pada moment perayaan Ulang Tahun Hari Jadi Tasikmalaya? Banyak hal – hal yang bisa diangkat pada perayaan HUT Tasikmalaya, seperti hasil karya Tasikmalaya yaitu kelom geulis, batik tasik, dan kerajinan tangan Rajapolah atau berbagai barang dan hal pernak pernik mengenai budaya sunda. Selain hal budaya yang diangkat, hal ini juga akan berimbas pada nilai ekonomi. Seperti valentine dan upacara minum teh di Jepang. Tentu saja pada perayaan HUT Tasik orang – orang juga akan membeli barang – barang produk orang Tasik itu sendiri atau pemerintah dengan  sengaja membuat undang – undang mengenai pemakaian pakaian Tasikmalaya atau bahkan menetapkan 1 hari berbusana sunda. Dengan hal itu para pengrajin lokal bisa hidup, kreativitas, dan produktivitasnya meningkat sehingga membangkitkan kearifan lokal.
Tidak hanya hal itu yang bisa kita dapatkan jika kita mampu meningkatkan kearifan lokal Tasikmalaya, seperti upacara minum teh di Jepang yang kerap kali dihadiri oleh wisatawan, upacara hari jadi Tasik juga kalau dikemas secara unik dan berlatarkan ciri khas sunda dan Tasikmalaya, wisatawan pun akan berbondong – bondong datang ke Tasikmalaya sehingga akan menarik ekonomi tinggi pula. Namun semua hal ini, hari valentine dan upacara minum teh –red, bisa bertahan sekian lamanya dan menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena orang – orang sangat menghargai budaya tersebut dan membanggakannya.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah kita bisa bangga dengan budaya kita sendiri, ataukah kita lebih bangga merayakan dan mengenakan atribut 14 Februari? 



*FYI, tulisan ini ditulis dulu bingits yang dikirim ke surat kabar daerah tasik, jadi yang dibahas ya disangkutkan dengan tasik wkwkw, cm karna ada velentine nya ku up aja di blog 😂

Kamis, 04 Januari 2018

B.R.A.N.D.I.N.G


Kemarin kedatangan teman lama yang berkunjung ke rumah. Long time no see banget karena memang lama tak pernah jumpa semenjak terakhir kali ke Semarang. Yups, temen kuliah sewaktu di Semarang. Sebagai tuan rumah yang baik, ku ajak dia mengintari kota dan mengunjungi event – event khas yang ada di kampung halaman. Ku ajak wisata kuliner yang iconik disini. Setelah puas jajan dan makan, kepikir buat vcall temen – temen dulu yang se kos bareng. FYI, I have friends group and the name is Lambe Vena Cava wkwkw, berawal dari kegemaran kite – kite sekos yang suka ngepoin akun gosip tersebuh hahaha. Terjadilah vcall reunited. Ditengah percakapan kite, same people said “branding”. Yups, ini yang menjadi awal kenapa saya ingin membahas “branding”.
Kata branding sendiri sangat tak asing ketika kita berada dilingkungan advertising. Tapi siapa sangka di zaman sekarang ini istilah branding akan selalu dipakai bukan dipakai tepatnya tapi dilakukan ketika kita akan bertindak apapun. At least ketika kita take a photo for profile picture tanpa sadar kita melakukan branding dengan memilah milih, mengedit dulu sebelum fixed it for pp. Sekarang kan zamannya ig and sc, yang apa – apa take a photo or video for share. Even kita macet pun sitik – sitik take – upload – take – upload. Oh damm!!
Yah, memang seperti itu zamannya. Kita mah ikutin aje wkwkw.
BTW, kembali ke awal pembahasan si branding ini. Maksud teman ku berkata branding ini sih ketika ngescreen shot vcallan and mengupload ke ig story. Dan setiap dari kita saling mengomentar: “licik banget pas yang diupload yang lu nya doang yang bagus”, dan salah satu temen berkata “tak apa – apalah kan branding” “dasar jomblo”. Yeps, branding dimaksudkan untuk menarik perhatian seseorang.
Ada temen juga yang mengatakan “tag gua di akun lu yah dan yang guanya bagus, kan siapa tau jodoh gua ada di followers lu”. Jadi ada istilah juga ‘siapa tau jodohku adalah pengikut/temen sosmedmu’. Hmmmm... okelah zaman now!
Yang aku mau bahas disini, tidaklah masalah jika mau melakukan branding di media sosial, karena memang eranya seperti itu, tapi jangan lupakan juga, dan yang sangat penting yaitu lakukan branding ama Tuhan, Alloh SWT.
Yang sangat salah, kamu catch up branding di sosmed tapi tak pernah fire branding ke Tuhan. Branding ke Tuhan seperti apa? Banyak! Kamu sholat awal waktu, pake baju terbaik ketika sholat, always pray with khusyu, sedekah, puasa dan amalan sunnah.
Tidak ada salahya juga, kamu selalu ngeshare setiap aktivitasmu di  sosmed, ga ada yang larang juga, toh itu akun lu dan tak merugikan orang juga. Tapi ya itu, jangan lalaikan juga kewajiban – kewajibanmu sebagai hamba, sebagai makhluk yang tau diri dengan bersyukur, yang tidak hanya hubungan horizontal aja yang dipentingin tapi ada hubungan vertikal yang tak jauh lebih pentingnya.

Jangan jadikan sholat, which is Alloh, sebagai tempat mengadu keluh kesal saja, ketika kita menginginkan sesuatu saja, tapi setiap kebahagiannya kau share disosmed doang. Tak ada salahnya juga ngeshare kebahagiaan, karna bisa jadi orang lain bahagia karena cipratan kebahagiaan kita. Yang menjadi highlight dari tulisan ini, jangan lupa branding kita kepada Tuhan, Alloh SWT, di sela brandingan kita kepada makhluk!

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hari Santri


Setiap keluarga mempunyai pandangan atau rules tersendiri yang ditanam dan menjadi acuan dalam segala keputusan. Begitupun dengan keluarga saya. Jika perlu dijabarkan,  bapak saya dibesarkan dilingkungan wiraswasta yang notabene pekerja, mandiri, dan selalu mengambil keputusan dengan research atau data, sedangkan mamah saya dididik dengan ilmu agama yang sangat kental. Yah, mamah dibesarkan dilingkungan pesantren. Kedua orang tua bapak sudah tiada, pun dengan sanak saudara kandung, yang mana bapak hanya punya satu saudara yang juga sudah tiada. Sedangkan orang tua mamah dan tujuh bersaudaranya masih ada sehingga ketika lebaran ataupun acara rutin keluarga suka kumpul di keluarga mamah.
Karena frekuensi interaksi yang lebih banyak dengan keluarga besar mamah menjadikan pandangan keluarga saya lebih ke didikan pesantrenan. Ya mungkin ini tidak dirasakan semua (kakak dan ade saya), tapi lebih ke saya yang lebih merasakan nuansa santriannya. Dari keluarga besar mamah, mamahlah satu – satunya anak perempuan, yang otomatis jika berkeluarga apapun dasar keluarga akan dipandu oleh seorang suami. Dan tentunya mamah dipandu oleh bapak dalam hal berkeluarga. Dan dari ke tujuh anak tersebut, anak – anak mamahlah yang tidak diarahkan untuk mondok dipesantren.  Which is cucu – cucu nenek yang tidak mondok nyantri ya saya, ade, dan kakak saya. Ehehehe...
Kakak dan adik – adik mamah notabene menjadi pendidik dibidang agama (red. Ustad) dan sebagian besar dari mereka mendirikan pondok pesantren. Jadi jelaslah ya pastinya anak – anaknya akan diarahkan untuk mondok hehehe..
Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tidak ikut mondok juga? Mmm kenapa yah? Pada waktu itu, ketika memutuskan untuk sekolah formal negeri saja punya alasan bahwa dengan hanya ngaji rutin tiap malam di pesantren uwa (kakak mamah), kalo istilah santri mah santri kalong wkwk, sudah cukup untuk membekali ilmu agama.
Buuutttt... is’s wrong!! Saya baru menyadarinya sekarang. Sangat tidaaaaaak cukup! Dulu nenek pernah bilang ketika salah satu cucunya mau menimba ilmu di gontor. “Kamu boleh pergi ke gontor, tapi sepulang dari gontor, harus masuk pondok pesantren A untuk pendalaman tauhidnya”. Dalam hati saya berkata, serius harus mondok lagi? Padahal sebelum ke gontor dia udah mondok di pesantren B. Terus cerita lain datang dari paman. Pada waktu itu anak paman mau dikirim mondok. “mang udah aja mondoknya di bandung kan banyak pondok pesantren terkenal, bagus pulak” “tidak cukup dengan itu, kajian ilmu agama harus dari ushul, salah satunya dikaji langsung dari kitab kuningnya”, lagi lagi saya berkata dalam hati, ah sama saja kan. Dan juga perkataan uwa “mondok itu bukan hanya sekedar untuk jadi ustadz, jadi ajengan atau kyai, atau bahkan untuk menghasilkan uang. Tidak! Tapi mondok adalah mencari tahu hidup yang benar itu seperti apa, harus seperti apa dan bagaimana saya hidup. Untuk dirimu, untuk pedoman dirimu”
Memang benar, pemahaman itu datangnya tidak sekaligus tapi dari kajian dan proses. Sekarang saya tau maksudnya, dan saya begitu miskin banget akan ilmu. Jadi menyesal dulu ga sempet mondok atau sekolah sambil mondok.
Tapi inti dari tulisan ini bukan masalah mondok atau tidaknya, pernah jadi santri atau tidaknya. Tapi sejauh mana kita istiqomah dalam memperbaiki diri, menambah ilmu agama, dan mengamalkan ilmu, lebih bagus lagi mengajak atau memberi pemahaman kepada sesama dan mengajaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak hanya sekedar La ilaaha Illallah, tapi juga Muhammadur Rasulullah.
Di Hari Santri ini, ayo sempatkan sholawat nariyah, jadikan diri kita menjadi simbol atau cerminan muslim yang memahami, mengkaji, dan mengamalkan ajaran Islam. Jangan merasa saya tidak meramaikan hari santri karena saya tidak pernah mondok di pesantren, kalau kata Pak Sad Aqil mah “Ada yang lulusan SD, SMP, SMA, Universiatas tapi hormat kepada kyai dan dia menjalankan perintah agama, ibadah, itu sudah kita panggil santri”.

Selamat Hari Santri 2017

“Bahkti Santri Untuk Negeri, Santri Mandiri NKRI Hebat”


Salah satu kegiatan menyambut hari santri, sholawat nariyahan di Pondok Pesantren KH. Zaenal Musthafa Sukamanah - Tasikmalaya #1miliarSholawatNariyah

Senin, 22 Mei 2017

A Little Bit of Prepare for Ramadhan



Tagline Bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan berkah memang benar adanya. Selain sangat ditunggu – tunggu kedatangannya, Ramadhan juga memberi kesan tersendiri terutama di Indonesia. Yups, negara yang mayoritas muslim terbesar di dunia ini begitu antusias menyambutnya. Dari mulai pawai obor di kampung – kampung, lomba – lomba taghrib ramadhan, kebutuhan pokok yang mulai naik harga, hingga tiket – tiket promo. Promo program televisi selama ramadhan pun mulai kian berseliweran 2 – 3 minggu sebelum masuk bulan Ramadhan.
Dari ribuan bahkan milyaran artikel di internet mengenai persiapan menyambut bulan Ramadhan ada secuil yang ingin saya ingatkan hal – hal dalam menyambut atau mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan nanti. Hal – hal ini saya dapatkan ketika ngaji di pesantren. Apa saja hal – hal itu?
Hal yang secuil itu yaitu mengenai niat puasa ramadhan. Memang benar ada beberapa versi atau pendapat mengenai niat dalam hal ini pada puasa Ramadhan. Ada yang mengatakan harus dimalam hari, ada yang membolehkan setelah fajar juga sah, ada niat di satubulankan, dan ada pula niat yang wajibnya setiap hari. Untuk itu kita bahas sedikit (saya ulas hanya sekilas supaya memberi ke “tahu” an saja).
Adanya perbedaan ini berawal dari pendapat beberapa imam mazhab fiqih yang kita kenal dengan 4 imam mazhab fiqih.
1.      Imam Syafi’i
Menurut Imam Syafi’i niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap hari di waktu malam atau dari ba’da maghrib sampai sebelum terbit fajar.
2.      Imam Hanbali
Pendapat Imam Hanbali sama seperti Imam Syafi’i yang mana puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
3.      Imam Hanafi
Imam Hanafi berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan bisa dilakukan dari terbit fajar sampai waktu dzuhur.
4.      Imam Maliki
Lain halnya dengan Imam Maliki, Ia berpendapat bahwa niat puasa Ramdhan bisa dengan 1 kali niat untuk 1 bulan puasa Ramadhan. Niat ini wajib dilakukan pada hari pertama atau tanggal 1 Ramadhan.
Ada beberapa teman yang nanya, jika kita tak tahu kita ikut mazhab yang mana dalam fiqih gimana? Tenang, sebagian besar di Indonesia taqlid atau mengikuti Imam Syafi’i. Namun jika ingin jelas aturan dalam bermazhab penjelasan mudahnya ada di sini dan untuk mempelajari lebih dalam fiqih keempat Imam tersebut bisa cek di buku Kitabul Fiqhi ‘Alal Madzahibul Arba’ah.
Karena kita (saya dan muqallid Imam Syafi’i) taqlid pada Imam Syafi’i maka niat puasa wajib dilakukan di malam hari sampai sebelum adzan subuh (terbit fajar) dan dilakukan setiap hari. Which is jika kita lupa niat dimalam hari maka puasa ramadhan kita tidak sah namun wajib “ngeker” atau menahan diri layaknya seperti orang yang berpuasa.
Nah ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menjaga niat puasa ramadhan kita. Gimana? Yaitu kita bisa melakukan niat seperti pendapat Imam Maliki. Yups! Berniat puasa untuk 1 bulan Ramadhan. Niatnya seperti apa? Gini nih:
Niat abi puasa ramadhan di sabulankeun seja taqlid ka Imam Maliki fardu karna Alloh Ta’ala” wekwekwek itu persi eh versi sunda-na.
Niat saya berpuasa Ramadhan di Satu Bulankan dengan Taqlid pada Imam Maliki wajib karena Alloh Ta’ala
Niat puasa Ramadhan seperti Imam Maliki ini berlaku dilakukan hanya pada awal puasa Ramadhan atau pada tanggal 1 Ramadhan saja. It means jika kita lupa niat taqlid Imam Maliki di hari pertama puasa maka tidak bisa dilakukan dihari keduanya.
Terus gimana jika kita lupa taqlid niat puasa Imam Maliki dan kita pun lupa niat puasa seperti biasanya (Taqlid Imam Syafi’i)? Maka kita dapat berniat puasa taqlid kepada Imam Hanafi. Caranya:
Niat saya puasa Ramadhan wajib karena Alloh Ta’ala dengan taqlid kepada Imam Hanafi
Aturan niat puasa Imam Hanafi pun sampai adzan dzuhur, lebih dari itu maka tidak berlaku. Terus gimana jika ingatnya pas habis dzuhur? Maka puasanya tidak sah dan wajib di tahan sampai maghrib serta wajib di qodho atau diganti.
Secuil ilmu mengenai niat puasa yang selalu dan pasti disinggung di masjid tempat saya melaksanakan sholat tarawih hehehe..
Selain itu ada banyak yang harus disiapkan dan mungkin teman – teman juga tahu apa saja yang harus disiapkan itu. Dari mulai me-list doa – doa yang akan dipanjatkan selama Ramdhan nanti. Trust me! Ini harus benar – benar disiapkan sekarang karena kita suka lupa doa apa yang sekarang akan di panjatkan yang kemarin belum dipanjatkan. Ingat – ingat lagi waktu – waktu mustajab doa. Sunnah – sunnah apa aja yang harus dilakukan.
Oh ya, seringkali kita mendengar ceramah dan membaca bahwa sunnah menyegerakan berbuka, sunnah mengakhir – akhir sahur, sunnah makan sahur dan sunnah lainnya. Yuup!! Jangan sampai kita hanya: ah nanti saya makan sahurnya 15 menit sebelum adzan dan hanya sampai disitu, kita tidak melafalkan niat itu didalam hati seperti:
Niat saya mengakhirkan makan sahur, sunnah karena Alloh Ta’ala” atau
Niat saya menyegerakan berbuka, sunnah karena Alloh Ta’ala
Dan niat sunnah – sunnah yang lainnya. Karena hanya sekedar ingat tanpa diniatkan seperti itu tidak akan menjadi pahala. Sekedar mau ngingetin juga ketika kita sholat tarawih di masjid kita pun bisa meniatkan untuk i’tikaf dan ingtidorussholat (menunggu datang waktu sholat). Ingaatt!! Jangan hanya di iya kan saja tapi juga dilafalkan dalam hati biar jadi pahala hehe.
Masih banyak hal – hal lain yang harus disiapkan, ini mah hanya secuil yang keinget aja. Keep searching! Keep muthola’ah! Keep kajian! Biar mantep lagi ilmunya.
Wallohu a’lam bi showab.. Ma’assalaamah!

Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal Lebih Dekat Sinbiotik


Hollaa good people!! Kali ini kita akan mengupas sedikit kajian dari sinbiotik. Pastinya dan harusnya sudah ga asing sih dengan kata yang satu ini untuk kalian – kalian yang mendalami kajian gizi, pangan, tata boga, biologi, bahkan medical sekalipun.
Sebelum kita membahas mengenai simbiotik, mungkin kita sering sekali melihat sekarang banyak produk susu kemasan yang membubuhi produknya dengan tulisan ‘mengandung probiotik, sinbiotik, mengandung bifidobacterium, lactobacillus protectus, FOS, GOS,’ dan lain lain tapi belum tahu apa sih sebenarnya sinbiotik itu? Lalu apa kaitannya dengan kesehatan?
Singkatnya, SINBIOTIK itu adalah produk makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik. Makhluk apa lagi sih ini? Lalu bedanya apa probiotik dan prebiotik? Yuk kita bahas satu – satu!
PROBIOTIK adalah mikroba hidup (bakteri) yang dijadikan makanan tambahan dan dapat memberikan keuntungan dengan menjaga dan memperbaiki keseimbangan mikrobiota dalam usus. Sedangkan PREBIOTIK adalah komponen bahan makanan yang dapat difermentasikan namun tidak dapat dicerna oleh enzim manusia yang mampu menstimulasi pertumbuhan dan mengaktifkan bakteri di usus.
Jadi kalau digambarkan, probiotik itu adalah bakterinya, sedangkan prebiotik itu makanan bakterinya. Nah, probiotik yang dikonsumsi bersamaan dengan prebiotik ini yang kita sebut sinbiotik, dimana kombinasi keduanya akan membantu bakteri baik di usus.
Sinbiotik ini beda dengan antibiotik. Jadi pada dasarnya antibiotik bekerja untuk mematikan mikrobia, sedangkan sinbiotik bekerja mendorong pertumbuhan mikrobia terutama mikrobia baik. Jadi sinbiotik ini mampu menyebabkan bakteri yang kurang baik seperti E.coli, Salmonella, dan lain – lain terhambat pertumbuhannya, sedangkan bakteri baik seperti Lactobacillus meningkat jumlahnya.
Sekarang kita kupas satu – satu!
Suatu bakteri dapat disebut sebagai probiotik apabila tidak patogen, tidak beracun, mampu melakukan aktivitas metabolik di dalam saluran cerna, berasal dari spesies yang jelas, mampu bertahan hidup pada pH yang rendah dan garam empedu konsentrasi tinggi, mampu menempel dan membentuk koloni pada epitel usus, memiliki sifat antibakteri, serta menguntungkan untuk kesehatan.
Kebanyakan probiotik berasal dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium. Namun tidak semua bakteri dari genus tersebut dapat digolongkan sebagai probiotik. Contohnya Lactobacillus Bulgaricus yang dipakai untuk pembuatan yoghurt tidak termasuk dalam probiotik karena bakteri ini tidak tahan dalam kondisi pH asam dan kondisi garam empedu tinggi. Sehingga tidak mampu bertahan dalam usus.
Nah, karena syarat probiotik yang buanyak banget, makanya kita harus sangat selektif dalam memilih apakah bakteri bisa dipakai dalam makanan sinbiotik atau tidak. Pertama, dari bahan makanan yang kita curigai mengandung probiotik contohnya tape, kita tumbuhkan dulu bakterinya di media selektif. Gunanya untuk memisahkan antara bakteri dari genus yang kita pengen lihat dengan genus lain. Contohnya media selektif Lactobacillus (MRS) ini Cuma bisa ditumbuhi lacto saja, bakteri lain seperti E.colli tidak akan bisa tumbuh.
Dari hasil kultur selektif ini kemudian dipilih beberapa koloni untuk diuji dengan media asam (pH 2 – 3) seperti di lambung dan media yang mengandung garam empedu. Kalau di kedua media ini bekter bakteri dapat tumbuh menandakan bakteri ini mampu bertahan sampai usus kita. Setelah itu bakteri yang potensial menjadi probiotik diuji kemampuan antagonis melawan bakteri patogen seperti E.coli, Streptococcus, atau Salmonella dan dibandingkan dengan kerja antibiotik atau probiotik komersil lain. Kalau kemampuan antagonisnya baik, berarti bakteri terbukti mampu menjadi probiotik. Dari sini kita bisa mulai mengkulturkan bakteri pada bahan makanan seperti susu. Namun, sebelum dikonsumsi manusia, perlu uji coba pada hewan coba dan dilihat dampak pada kesehatannya.
Lama kan prosesnya? Untuk itu kenapa produk makanan yang mengandung sinbiotik pasti lebih mahal, karena proses menemukannya dan uji klinisnya yang sangat sulit sekali.
Tapi jangan patah semangat! Ternyata banyak loh makanan lokal disekitar kita yang sudah terbukti mengandung probiotik. Contohnya seperti gatot, growol, dadih, asinan, acar, mandai, campedak, tempoyak, pakasam, wadi, tape, dan lain sebagainya. Selain itu banyak juga makanan impor yang mengandung probiotik seperti kefir, kimchi, keju, dan yoghurt. Maka dari itu, kalau bingung cari probiotik dimana kita tinggal cari saja makanan itu. Gampang kan?
Beralih ke prebiotik, kita sudah tahu kan kalau prebiotik itu adalah makananya bakteri. Nah, makanan bakteri ini lebih sudah dapatnya daripada makanan manusia hehehe. Jadi analoginya, prebiotik itu adalah substrat atau zat gizi yang tidak boleh tercerna oleh metabolisme manusia sampai bisa dimanfaatkan oleh bakteri di kolon. Karena itu, zat ini harus resisten dari pH yang berubah – ubah, enzimatis, dan garam empedu. Selai itu, prebiotik yang baik dapat mendukung pertumbuhan spesifik bakteri baik saja. Nah, zat yang tergolong dalam kategori ini kebanyakan adalah karbohidrat kompleks dalam bentuk serat larut atau pati resisten.
Contoh dari prebiotik ini adalah inulin, fruktooligosakarida (FOS), galaktooligosakarida (GOS), fruktan, stakiosa, rafinosa, dan lain sebagainya. Setiap probiotik memiliki prebiotik spesifikasinya masing – masing. Jadi tidak selalu prebiotik cocok dengan semua bakteri, contohnya FOS lebih cocok untuk Lactobacillus. Jadi harus hati – hati dalam pemilihan pasangan prebiotik dan probiotik.
Tapi dimana sih carinya zat – zat prebiotik itu? Bacanya aja susah hahahah!
Tenang aja guys, prebiotik ini secara natural banyak ditemukan dimakanan sehari -  hari kok. Contohnya dibawang – bawangan, pisang, tomat, kacang – kacangan, dan lainnya. Tetapi, ada bahan makanan yang mengandung prebiotik alami dalam jumlah yang besar dan hanya ada di negara tropis seperti Indonesia, yaitu gembili, garut, ubi, bengkoang, umbi bunga dahlia, dan banyak umbi – umbi lainnya. Beruntungkan kita hidup di Indonesia! Makanya, rajin – rajin deh kita makan makanan lokal.
Setelah tahu selak beluk pribiotik dan prebiotik, sekarang kita belajar yuks apa manfaatnya untuk kesehatan.
Pertama, fungsi dari makanan sinbiotik adalah meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Dengan meningkatnya bakteri baik di usus, bakteri jahat seperti E.coli, Salmonella, dan teman – temannya dapat ditekan pertumbuhannya, sehingga kejadian penyakit seperti diare dapat ditekan. Dengan demikian sinbiotik dapat berguna juga sebagai antibiotik alami tanpa mengganggu keseimbangan mikrobiota usus. Disamping itu, pertumbuhan mikrobiota yang baik dapat meningkatkan massa feses dan meningkatkan frekuensi BAB.
Kedua, karena pertumbuhan bakteri baik di usus bagus, maka metabolisme zat gizi di usus menjadi lebih maksimal. Karena bakteri di usus juga berperan penting dalam pemecahan zat gizi dan membantu absorbsinya terutama sejumlah mineral yang kelarutannya rendah seperti zat besi, kalsium, zink, dan sebagainya. Selain itu, 5 – 15% dari total energi yang kita peroleh berasal dari hasil fermentasi bakteri di usus melalui produksi SCFA (Short Chain Fatty Acid).
Masih penasaran? Fokus yaah!
Ketiga, kombinasi sinbiotik yang tepat dapat memiliki efek antioksidan sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya kanker, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner.
Keempat, sinbiotik dapat menstimulasi imunitas kita. Sebagian besar virus dan bakteri patogen umumnya masuk melalui saluran pencernaan. Pertumbuhan mikrobia yang baik di usus akan meningkatkan produksi SCFA dalam usus dan meningkatkan respon natural killer cell, T cell dan lain – lain sebagai tameng pelindungan pertama kita.
Kelima, sinbiotik dapat memberikan efek antikarsinogenik karena metabolit dari bakteri baik di usus dapat berkonjugasi dan menonaktifkan komponen toksik dan xenobiotik sehingga lebih mudah dieliminasi melalui urin atau feses. Sehingga kejadian kanker kolon dapat menurun.
Dan Keenam, yang sekarang sedang hits banget banyak orang teliti adalah adanya pengaruh bakteri baik di usus dengan produksi neurotrasmitter di otak sehingga dapat mempengaruhi mood, stress, kecemasan, prilaku, hingga motorik seseorang. Sehingga ngga heran seseorang yang memiliki komposisi mikrobiota usus baik cenderung memiliki mood dan stress yang lebih terkontrol, respon motorik yang lebih baik, dan psikolog yang terarah. Beberapa penelitian juga kalau seorang anak yang rutin diberikan sinbiotik juga memiliki perkembangan otak dan kecerdasan yang lebih baik.
Selain itu masih banyak sekali manfaat sinbiotik seperti menghambat diabetes, mencegah obesitas, menurunkan kolesterol, dan masih banyak lagi lainnya. Semua manfaat ini sudah teruji secara klinis dalam penelitian.
Nah, udah tahu kan kalau ternyata makanan sinbiotik itu penting banget untuk kita konsumsi setiap hari. Ga perlu takut kalau ga bisa beli makanan sinbiotik komersil yang cenderung lebih mahal. Makanan yang murah dan banyak dipasaran justru tanpa kita sadari juga memiliki kandungan sinbiotik. Akan tetapi mengkonsusmsi probiotik dan prebiotik juga ada dosisnya seperti obat pada umumnya. Jika berlebih maka dapat menyebabkan perut kembung, diare, dan dysbiosis (kondisi dimana komposisi mikrobiota tidak seimbang). Teritama produksi komersil biasanya sudah dituliskan anjuran penggunaannya yang disarankan. Jadi perlu hati – hati yah mengkonsumsinya, jangan terlalu banyak apalagi sampai berbotol – botol setiap hari.

Selanjutnya ada sedikit tanya jawab yang mengupas sinbiotik dan mungkin pertanyaain ini ada dibenak teman – teman juga, so lets check out!
-          Apakah pada makanan yang mengandung probiotik (gatot, growol, dadih, dll) yang dimasak melalui pemanasan bakterinya masih bertahan?
Untuk makanan yang dimasak tentu saja akan merngubah komposisi bakterinya. Akan tetapi setelah dilakukan pemasakan pasti ada proses fermentasi lanjutan setelah pemasakan baik disadari ataupun tidak disadari terjadi. Maka dari itu meskipun dimasak, bakteri tetap bisa hidup. Karena beberapa bakteri tetap dapat hidup walaupun dipanaskan namun berubah bentuk menjadi dorman atau kondisi pasif untuk tetap mempertahankan dirinya.
-          Adakah waktu yang tepat untuk mengkonsumsi sinbiotik?
Sejauh ini tidak ada aturan yang menyarankan waktu – waktu tertentu untuk mengkonsumsi sinbiotik. Namun perlu dipahami kebanyakan produk sinbiotik memiliki pH yang rendah sehingga alangkah baiknya untuk yang pencernaanya sensitif dan rawan gastritis perlu hati – hati mengkonsumsi sinbiotik dalam keadaan perut kosong. Alangkah baiknya jika dikonsumsi setelah makan karena makanan yang kita konsumsi setelah makan bisa jadi substrat untuk makanan bakteri juga.
-          Semakin banyak mengkonsumsi  sinbiotik berarti semakin meningkatkan microbial fermentationnya, which is makin meningkat produksi SCFA. Jadi sebenarnya SCFA itu prevent atau promote obesity?
Ini yang masih saat ini menjadi perdebatan dikalangan peneliti apakah SCFA ini prevent atau promote obesity. Yang pasti kalau dilihat dari segi sinbiotik, sejauh ini prebiotik bisa membantu menghasilkan SCFA. Sejauh mana hasilnya dan seperti apa bentuk ikatan kimianya, belum ada acuan mendasar yang pasti karena masih berbeda – beda hasil dari setiap peneliti.
-          Seberapa besar penurunan risiko kanker jika rutin mengkonsumsi sinbiotik?  Apakah penurunan risiko kanker ini berlaku juga bagi orang yang sudah memiliki keturunan kanker? Berapa banyak asupan sinbiotik yang dibutuhkan tubuh dan bagaimana cara mengetahui jika asupan tubuh sudah tercukupi?
Sudah terbukti kalau sinbiotik mampu mengikat prooksidan dan toksik – toksik lain yang dapat menyebabkan kanker terutama kanker kolon. Kalau masalah keturunan, sebenarnya kanker itu bisa kita modifikasikan dari gaya hidup. Genetik hanya berpengaruh 10 – 30% saja. Jadi kalau kita bisa prevent dengan pola hidup yang baik, pasti hasilnya tidak mengkhianati usaha. Untuk asupan sinbiotik ini tidak ada kayak AKG nya gitu. Hanya saja ada batasan ambang atas yang sudah dibuat baku oleh FDA untuk prebiotik yakni 4 gram. Sedangkan probiotik selama tidak menimbulkan efek samping seperti diare dsb, maka tidak ada batasan atas karena pertumbuhan bakteri kita tidak bisa perkirakan pada setiap orang bisa berbeda – beda.
-          Banyak dijumpai makanan lokal atau makanan dalam bentuk olahan yang tidak tercantum berapa kandungan gizi maupun dosis penggunaannya. Bagaimana mengetahui makanan yang dikonsumsi sudah mencukupi dosis atau belum?
Untuk produk sinbiotik yang natural sejauh ini belum ada aturan yang mengikat harus seperti apa dosisnya. Tetapi kalau sudah menimbulkan efek samping seperti perut kembung, diare, dll berarti sudah berlebihan konsumsinya. Makanya perlu diseimbangkan dengan makanan yang lainnya supaya saling melengkapi. Kalau sinbiotik yang komersial biasanya sudah dihitung secara presisi sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi kalau berlebihan ketahuan efek sampingnya.
-          Kenapa ayam organik disebut probiotik? Efek di dalam usus sendiri apakah sama seperti makanan yang mengandung Lactobacillus dan sejenisnya?
Ayam organik dan nonorganik perbedaanya pada makanannya, dimana yang organik diberikan makanan alami sedangkan nonorganik diberikan campuran kimiawi. Jadi ga ada kaitannya dengan kandungan bakterinya. Makan ayam pasti dimasak hingga matang dan tidak ada proses fermentasi tambahan jadi agak pesimis kalau ayam bisa mengandung Lactobacillus dan kawan – kawannya.
-          Apakah peran sinbiotik dalam antibiotic-associated diarrhea?
Antibiotik pada dasarnya akan menghancurkan komposisi mikrobiota. Hanya saja sejauh mana kerusakan komposisi ini tergantung dari dosis dan lama penggunaan antibiotik. Dan pada dasarnya sinbiotik mampu membantu membentuk komposisi mikrobiota yang sehat. Dengan demikian pemberian sinbiotik akan mampu membantu memperbaiki mikrobiota pasca pemberian antibiotik.
-          Bagaimana aturan konsumsi sinbiotik ketika sedang diare atau pencernaan bermasalah?
Kalau seseorang diare karena infeksi justru dianjurkan untuk mengkonsumsi sinbiotik. Pertama karena efeknya yang mampu melawan bakteri patogen dan membantu mengeluarkan racun. Kedua, ketika diare komposisi mikrobiota otomatis akan berubah. Untuk itu diperlukan restrukturisasi. Sinbiotik ini akan membantu tubuh mengembalikan komposisi mikrobiota usus ke keadaan sehat.
-          Perlu adakah sinbiotik yang spesifik untuk tiap orang mengingat setiap orang punya karakteristik mikrobiota yang berbeda – beda atau sudah cukup disamakan jenisnya untuk semua?
Setiap orang punya karakteristik mikrobiota usus yang berbeda – beda tergantung pola makannya, konsumsi antibiotik, kondisi kesehatannya, bahkan cara dia dilahirkan dulu. Sejauh ini belum ada sinbiotik khusus yang dispesifikkan untuk karakteristik mikrobiota setiap orang. Tetapi percayalah Tuhan itu Maha Kuasa sudah mengatur komposisi mikrobiota usus kita sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan konsumsi sinbiotik, secara tidak langsung kita turut membantu merawat bakteri diperut supaya tetap sehat dengan mengatur lingkungan di usus.
-          Untuk pasien penderita kanker apakah mengkonsumsi sinbiotik dapat membantu juga dalam proses penyembuhan? Dalam konsumsi sinbiotik apakah ada jenis makanan yang perlu dihindari?
Untuk pasien kanker, pastinya apa yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh pada hasil treatmentnya. Selama ini tidak ada kontradiksi, sinbiotik dapat diberikan. Apalagi efek treatment kanker bisa membunuh sebagian besar bakteri di usus. Untuk itu perlu kita kembalikan ke kondisi semula. Untuk konsumsi sinbiotik, sejauh ini tidak ada pantangan yang perlu diberikan.

Sinbiotik ini adalah produk gizi yang masih sangat baru (ditemukan tahun 1995), maka penelitian terkait probiotik dan prebiotik masih sangat – sangat berkembang dan terus berubah. Untuk itu bisa banget sinbiotik ini dijadikan lahan penelitian karena belum ada acuan yang tegas mengenai hal ini.

Pada dasarnya jangan takut konsumsi sinbiotik, karena kita sangat butuh sinbiotik untuk kesehatan kita. Pesan terakhir, Cintai Ususmu – Makan sinbiotik tiap hari !!

Minggu, 12 Maret 2017

Drama Korea

Drama korea atau yang lebih dikenal dengan drakor sangat tak asing lagi bagi sebagian perempuan – perumpuan khususnya di Indonesia. Drakor sangat dicintai karena sebagian penyuka beropini bahwa drakor menyuguhkan intrik, plot, dan karakteristik peran yang disuguhkan mewakili sebagian emosi. Yah emosi! Karena sebenarnya ketika kita nonton sebuah movie, drama, sinetron sekalipun, disanalah kita sedang bermain emosi.
Yang lebih menarik dari drakor ketimbang sinetron kita (maksud saya yang di produksi di Indonesia hehe), drakor lebih dapat dalam memainkan emosinya. Dari emosi yang menyenangkan dan bikin hati berbunga -  bunga (kata anak remaja mah) langsung dibalikan 360 derajat menjadi emosi sedih yang menguras hati (lebaynya wkwk). Yah disitulah emang lebihnya. Dan tentunya emosi itu mewakili emosi yang memang jarang kita temukan di real life.
Makanya tak salah deh aku pernah bikin kalimat “bermain dalam emosi yang tak pernah ku mainkan” itu memang mewakilin banget bagi sebagian besar yang penonton drakor (remaja tanggung dewasa) dan termasuk sinetron pula yang digandrungi emak – emak. Yah termasuk aku pula sih yang doyan liat drakor wkwkw.
Cuma, in my opinion, ada manfaatnya kita nonton drakor, sinetron, ftv dan sejenisnya. Poin positifnya adalah ketika emosi yang disuguhkan seperti romance-nya atau nuansa bahagia aktornya menular pula pada penontonnya. Nah kenapa hal itu positif? Karena emosi kebahagiaan dapat membangkitkan hormon kebahagiaan yang anak medis menyebutnya hormon serotonin. Coba searching deh, dah banyak ko yang membahas fungsi hormon ini.
Disisi dampak positif ada pula negatifnya. Yah kebalikannya, jika drakor dan yang lainnya itu menampilkan emosi negatif seperti dendam kusumat wkwk, deep sadly, maka akan menularkan hal yang sama pula. Hal ini dialami pula sama teman SMA, this true story guys, temanku tiba – tiba nangis sejadi – jadinya di kelas, lagi belajar pun air mata bercucuran, pasti heran ko guru gak negur, yep dia pake masker dengan alibi flu berat. Pas jam istirahat to be contunue nagis lagi. Alhasil ini menjadi pusat perhatian sekelas. Dan semua orang bertanya – tanya, why you cry crazy like that. Setelah di konfirmasi ama temen sebangkunya alasan dia nangis..... guess what?? Pemeran drakor yang dia gandrungi nama tokohnya ji hoo akan nikah sama lawan mainnya. And you know,  nikah dalam cerita darkor bukan nikah di real life. This crazy gusys! This insane!
Yah begitulah emosi bermain. Tapi jangan hawatir guys, karena sebagian besar penonton dan tentunya yang membuat rating tayangan diatas awan adalah cerita – cerita yang happy ending, happily ever after. Ini tidak menyimpulkan semua cerita drakor atau sinetron berakhir happy ending tapi sebagian besar dapat dipastikan akan berakir bahagian wkwkw.

  Nah, jika kamu – kamu merasa kebahagiaan datang bentar – bentar atau feeling in love nya jarang, nonton darkor deh, ini membantu membahagiakan hati kamu – kamu hehe. Tapi jangan berharap real life akan seindah itu karena hidup tak seindah drama korea (iklan produk softdrink wkwk). 

Sabtu, 13 Desember 2014

Keamanan Pangan Di Asia Tenggara: Menghadapi Tantangan Global



Keamanan pangan adalah jaminan bahwa makanan tidak akan menyebabkan kerugian bagi konsumen ketika disiapkan dan / atau dimakan menurut penggunaan yang dimaksudkan. Memastikan makanan yang aman dan sehat merupakan prasyarat penting dari ketahanan pangan. Hal ini penting bagi kehidupan manusia di negara-negara maju dan berkembang baik. The Summit Pangan Dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada tahun 1996 mengakui bahwa akses terhadap pangan yang aman itu sendiri merupakan unsur ketahanan pangan. Keamanan pangan tidak bisa lagi menjadi kemewahan yang kaya karena semua orang harus memiliki hak untuk pasokan yang cukup dari makanan yang aman dan bergizi. Praktek saat ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan juga dapat mengurangi kerugian makanan, sehingga meningkatkan ketersediaan pangan.

Implikasi untuk Kesehatan dan Perdagangan Pangan
Penyakit yang bertalian dengan makanan mengakibatkan penderitaan, dan kadang-kadang, bahkan hilangnya nyawa. Diperkirakan bahwa satu dari tiga orang di seluruh dunia menderita setiap tahun dari penyakit yang bertalian dengan makanan dan 1,8 juta meninggal karena makanan yang parah dan diare yang terbawa air. Penyakit yang bertalian dengan makanan memaksakan beban sosial dan ekonomi berat pada masyarakat, terutama yang mempengaruhi sistem perawatan kesehatan mereka, dan produktivitas ekonomi. Dalam konteks perdagangan pangan internasional, pengenaan larangan dalam pertimbangan keamanan pangan telah mengakibatkan kerugian ekonomi bagi negara-negara pengekspor. Sebagai contoh, biaya langsung diperkirakan kontaminasi mikotoksin jagung dan kacang tanah di Asia Tenggara berjumlah beberapa ratus juta dolar AS per tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir , telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kuantitas dan berbagai makanan yang bergerak dalam perdagangan internasional . Nilai perdagangan pangan global pada tahun 2001 diperkirakan menjadi US $ 436.000.000.000 ( Buzby 2003). Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi perluasan ekonomi dunia , liberalisasi dalam perdagangan pangan , permintaan konsumen yang meningkat , serta perkembangan ilmu pangan , teknologi , transportasi , dan sektor komunikasi . Telah ada peningkatan dramatis dalam jumlah negara ( terutama yang kurang berkembang ) yang terlibat dalam produksi pangan untuk ekspor . Lebih dari 50 % dari buah-buahan dan sayuran , gula , minuman non-alkohol , ikan dan produk perikanan adalah ekspor dari negara-negara berkembang . Namun, akses oleh negara-negara berkembang untuk pasar ekspor makanan secara umum , dan negara-negara maju khususnya, akan tergantung pada kapasitas mereka untuk memenuhi persyaratan peraturan dari negara-negara pengimpor . Harus dicatat bahwa persyaratan pasar yang paling menguntungkan adalah yang paling canggih dan menuntut . Untuk meningkatkan akses pasar dan mempertahankan daya saing produk mereka , negara-negara pengekspor harus bertujuan untuk solusi jangka panjang untuk membangun kepercayaan dan keyakinan dari negara-negara keselamatan dan kualitas makanan yang diekspor atau menjalankan risiko memiliki barang-barang tersebut ditolak , sehingga mengakibatkan kerugian finansial yang cukup besar , dan kerusakan pada reputasi komersial dari kedua belah pihak .

STATUS KEAMANAN PANGAN DI ASIA TENGGARA
Produksi pangan , pengolahan , dan sistem pemasaran di Asia Tenggara berkisar dari skala kecil hingga skala besar , dengan produk melewati beberapa tingkatan penangan dan perantara dalam rantai pasar . Sarana dan prasarana yang masih kurang memadai , dan ada kurangnya pengetahuan dan keahlian pada teknologi dan praktik baru atau modern. Selain itu, masih ada sedikit penghargaan untuk praktek yang baik higienis ( GHP ) , praktek pertanian yang baik ( GAP ) , dan praktik yang baik manufaktur ( GMP ) , terutama di kalangan pengolah makanan berskala kecil . Jalan makanan , yang siap memberikan nutrisi murah di lokasi yang mudah diakses , biasanya ditemukan di Asia Tenggara . Ini sektor industri makanan yang feed jutaan orang setiap hari dan mempekerjakan jutaan orang semi- terampil dan tidak terampil menghasilkan pendapatan berjalan ke miliaran . Namun, menyajikan tantangan unik dalam keamanan pangan , terutama masalah yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi.
Program keamanan pangan nasional di Asia Tenggara pada umumnya kurang memiliki unsur-unsur berikut kritis, yaitu: penghargaan terhadap sifat dan tingkat masalah nasional keamanan pangan, kesadaran konsekuensi dari makanan yang terkontaminasi pada status kesehatan bangsa dan pembangunan ekonomi, dan rasa urgensi untuk kebutuhan untuk menyelidiki dan melakukan penelitian. Ada kekurangan suara, metode biaya-efektif untuk mengidentifikasi masalah keamanan makanan tertentu. Tanggung jawab untuk memastikan keamanan pangan didasarkan pada pendekatan multi-instansi karena alasan sejarah atau politik, dan ada kurangnya koordinasi antar instansi. Selain itu, kebijakan keamanan pangan tertentu yang baik tidak ada, tidak memadai atau prioritas rendah di sebagian besar negara-negara ini. Situasi ini diperparah oleh adanya daerah lain yang menjadi perhatian yang bersaing untuk sumber daya yang terbatas.

TANTANGAN GLOBAL
Bahaya kesehatan dapat timbul di sepanjang setiap bagian dari rantai makanan , seperti menggunakan bahan baku yang terkontaminasi , atau dari penanganan selama pengolahan, pengangkutan , penyimpanan , penjualan , dan konsumsi makanan . Oleh karena itu , mengurangi risiko keamanan pangan dapat dicapai paling efektif dengan mencegah kontaminasi seluruh produksi pangan , pengolahan , penyimpanan , dan rantai distribusi , yaitu , dari peternakan ke meja . Ada kebutuhan untuk memiliki pendekatan multidisiplin yang komprehensif dan terintegrasi untuk keamanan pangan yang menangani masalah-masalah pada sumbernya . Strategi keamanan pangan harus berbasis risiko , penargetan makanan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pemaparan dari konsumen sepanjang seluruh rantai makanan .
Kemajuan ilmu dan teknologi pangan telah mendorong pertumbuhan industri makanan tetapi dalam beberapa kasus , juga dapat memperkenalkan masalah kesehatan baru . Misalnya, manfaat dan keamanan makanan yang berasal dari bioteknologi perlu dinilai .
Perubahan dalam praktek peternakan , dan penerapan pertanian intensif modern, jika tidak diawasi dengan benar dan dinilai, mungkin memiliki implikasi serius bagi keamanan pangan . Sebagai contoh, penggunaan antibiotik dalam pakan ternak untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan telah meningkatkan kekhawatiran tentang transfer resistensi antibiotik terhadap patogen manusia. Tantangan baru lain juga muncul dari inovasi dalam ilmu makanan seperti produk makanan baru , iradiasi makanan , dan makanan organik , serta dari negara berkembang dan muncul kembali penyakit seperti E. coli 0157 : H7 dan virus , Bovine spongiform Ensefalitis ( BSE ) , penyakit flu burung , dan kaki - dan – mulut.
Perhatian publik terhadap keamanan pangan telah berkembang selama bertahun-tahun dan pemerintah saat ini harus mampu merespon dengan cepat untuk krisis keamanan pangan dan keadaan darurat . Globalisasi perdagangan pangan , meningkatnya tingkat saling ketergantungan ekonomi , dan pertukaran budaya antara Timur dan dunia Barat telah mengakibatkan perubahan bertahap dalam selera dan preferensi untuk makanan yang berbeda . Peningkatan konsekuen dalam berbagai dan kuantitas makanan menghadirkan tantangan transnasional bagi otoritas keamanan pangan yang mengontrol pergerakan makanan berbahaya dan setiap penyakit yang bertalian dengan makanan terkait , terutama karena rantai makanan lagi menciptakan lebih banyak kesempatan untuk kontaminasi . Hal ini dapat dilihat , misalnya , dalam penyebaran internasional cepat pakan terkontaminasi dengan dioksin dari satu sumber di Belgia pada tahun 1999 untuk setiap benua dalam beberapa minggu.
Pemerintah harus mengembangkan kebijakan keamanan pangan yang komprehensif dan membangun kemitraan yang efektif antara pemangku kepentingan yang relevan . Hal ini memerlukan kepemimpinan , kemauan politik , dan komitmen untuk keamanan pangan , terutama dalam pandangan prioritas bersaing dalam agenda kesehatan . Harus ada didokumentasikan kebijakan keamanan pangan nasional yang komprehensif dan rencana aksi yang melibatkan semua pihak terkait dari peternakan ke meja , dan kebijakan keamanan pangan ini harus diintegrasikan ke area lain dari kebijakan pemerintah seperti pengentasan kemiskinan dan pembangunan pertanian .

TANTANGAN DI ASIA TENGGARA
Komponen dan prioritas sistem kontrol makanan akan bervariasi dari satu negara ke negara. Kebanyakan sistem di Asia Tenggara biasanya akan menghadapi tantangan dalam memperkuat komponen utama sebagai berikut: undang-undang pangan; manajemen kontrol makanan; jasa inspeksi; layanan laboratorium; dan informasi, pendidikan, komunikasi dan pelatihan. The subbagian berikut membahas komponen ini.
1.      Perundang-undangan
Membangun dan memperbarui undang-undang makanan adalah langkah pertama yang diperlukan dalam membangun sistem keamanan pangan yang efektif . Selain itu, ada kebutuhan untuk mengidentifikasi daerah-daerah rantai makanan tidak tercakup oleh undang-undang yang ada, seperti kesenjangan dalam undang-undang beberapa negara ' yang mengatur pakan , impor dan ekspor , dan kebersihan . Standar peraturan nasional harus dirumuskan dan ditinjau berdasarkan penilaian risiko dan dengan demikian menggabungkan bukti ilmiah yang tersedia . Bila memungkinkan , standar tersebut harus diselaraskan dengan standar internasional , yaitu , standar Codex . Standar peraturan ini juga harus mampu bersaing dengan kemajuan teknologi baru , bahaya yang muncul , dan mengubah tuntutan konsumen , antara lain . Selain itu, perbedaan persepsi publik dan penilaian ilmiah risiko makanan tetap tantangan . Dengan demikian , sangat penting untuk melibatkan semua pihak terkait , yaitu pemerintah , industri , konsumen , akademisi , dan badan-badan profesional dalam proses penetapan standar .

2.      Manajemen Pengendalian Makanan
Informasi ilmiah yang dapat diandalkan tentang keamanan pangan merupakan salah satu pilar untuk menjamin keamanan pangan. Dalam hal ini, pengambilan keputusan dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis risiko untuk keamanan pangan, yaitu, melalui analisis risiko. Pendekatan ini terdiri dari penilaian risiko, manajemen risiko, dan komunikasi risiko, dan menyediakan kerangka kerja bagi pemerintah untuk menilai secara efektif, mengelola, dan mengkomunikasikan risiko keamanan pangan di antara semua pemangku kepentingan yang relevan. Dengan demikian, kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi ilmiah tentang keamanan pangan melalui penilaian risiko di seluruh rantai makanan sangat penting. Namun, banyak negara di Asia Tenggara belum siap untuk melakukan penilaian risiko karena kurangnya data penilaian eksposur, prasarana laboratorium yang dibutuhkan, dan diperlukan pengetahuan untuk menganalisis berbagai kontaminan.

3.      Inspeksi Makanan
Inspektur makanan kompeten yang cukup terlatih dan dilengkapi untuk pemeriksaan makanan penting dalam memastikan konsisten , transparan , dan efektif inspeksi makanan. Hal ini sama pentingnya bahwa mereka didukung oleh terencana , yang didefinisikan dengan baik , dan berdasarkan ilmiah prosedur pemeriksaan yang preventif daripada reaktif . Sebuah sistem surveilans yang terintegrasi , seperti komponen lain dari program keamanan pangan , harus dikoordinasikan dengan baik dengan pihak terkait . Karena sumber daya yang terbatas dan peningkatan yang signifikan dalam biaya penyediaan layanan di sebagian besar negara Asia Tenggara , biaya relevan dapat dikenakan untuk memulihkan biaya pelaksanaan pengendalian keamanan pangan berdasarkan prinsip yang menyatakan bahwa penerima manfaat membayar .
Pendekatan pemeriksaan saat ini sebagian besar negara Asia Tenggara menekankan inspeksi visual dari fasilitas makanan dan pengujian produk akhir , diikuti dengan sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab ketika hasil tes bertentangan dengan ketentuan hukum makanan. Pendekatan seperti itu reaktif dan tidak preventif seperti yang dirancang untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah setelah mereka terjadi , daripada mencegah mereka di tempat pertama .

4.      Laboratorium Kontrol Makanan
Prasarana laboratorium yang memadai diperlukan untuk mendukung kegiatan pemantauan, pengawasan dan penegakan hukum. Ini termasuk cukup dilengkapi laboratorium kontrol makanan, analis terlatih, dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu yang memenuhi standar internasional.
Di masa lalu, karena kemajuan teknologi analitis, batas deteksi untuk zat dilarang secara progresif telah diturunkan selama bertahun-tahun. Persyaratan ini telah menciptakan tantangan yang luar biasa pada negara-negara Asia Tenggara untuk reorientasi dan meningkatkan fasilitas laboratorium mereka dengan biaya yang cukup.

5.      Informasi, Pendidikan, Komunikasi dan Pelatihan
Berbagi informasi, pendidikan, dan saran antara para pemangku kepentingan di kontinum peternakan ke meja adalah penting agar program keamanan pangan untuk mengurangi kejadian penyakit yang bertalian dengan makanan. Untuk mencapai strategi ini, kampanye kesadaran tentang keamanan pangan, dan bahan-bahan pendidikan bagi konsumen dan industri makanan yang diperlukan. Ini membutuhkan informasi, saluran komunikasi, dan pendekatan harus disesuaikan dengan audiens yang berbeda, terutama konsumen berisiko tinggi. Selain itu, pejabat yang terlibat dalam program pengendalian pangan nasional membutuhkan pelatihan yang berkelanjutan untuk bersaing dengan kemajuan internasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, kecenderungan umum dalam perdagangan makanan, dan perkembangan legislatif dan lainnya seperti muncul masalah keamanan pangan.

6.      Kepatuhan oleh Industri Makanan
Selain tantangan dalam memperkuat komponen kunci di atas, eksportir di industri makanan harus mematuhi negara pengimpor dan kebutuhan pembeli. Tantangan ini sangat penting karena negara-negara pengimpor yang berbeda memiliki standar yang berbeda dan pendekatan peraturan, bahkan untuk jenis yang sama dari produk makanan dengan keprihatinan yang sama kesehatan, kemasan, dan proses. Selain itu, peraturan makanan yang terus berubah, dan beberapa tingkat peraturan yang sering ditemui. Selain itu, banyak industri makanan di Asia Tenggara tidak memiliki in-house kontrol berdasarkan Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) sistem, yang berbasis ilmu pengetahuan, sistematis, dan mengidentifikasi bahaya spesifik dan tindakan pengendalian untuk menjamin keamanan makanan . Singkatnya, komitmen untuk keamanan pangan belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam budaya operasi dari banyak segi makanan.

7.      Internasional dan Regional Kerangka Perdagangan
Penggunaan standar Codex dan teks terkait sebagai acuan dalam perdagangan pangan internasional dalam rangka World Trade Organization ( WTO ) telah menciptakan meningkatnya minat dan partisipasi anggotanya dalam pengembangan standar Codex . Namun, menjaga dengan pengembangan standar dan pedoman internasional seperti Codex menimbulkan tantangan besar untuk negara-negara Asia Tenggara .
WTO Perjanjian yang relevan dengan tindakan perlindungan pangan adalah Perjanjian tentang Penerapan Sanitary dan Phytosanitary ( SPS ) dan Technical Barriers to Trade ( TBT ) . The SPS dan Perjanjian TBT saling melengkapi . Kesepakatan SPS meliputi hukum yang relevan , keputusan , dan peraturan ; pengujian , pemeriksaan , sertifikasi , dan prosedur persetujuan ; dan kemasan dan pelabelan persyaratan yang berkaitan langsung dengan keamanan pangan . Perjanjian TBT , di sisi lain , mencakup semua peraturan teknis pada faktor-faktor tradisional yang berkualitas , praktik penipuan , kemasan , label , dll
Kesepakatan SPS menegaskan kembali bahwa tidak ada anggota WTO harus dicegah dari mengadopsi atau menegakkan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi manusia , binatang atau tanaman hidup . Hal ini membutuhkan bahwa tindakan tersebut diterapkan hanya sejauh diperlukan , didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah , dan tidak merupakan diskriminasi sewenang-wenang antara anggota di mana kondisi yang sama berlaku , atau sebagai pembatasan terselubung terhadap perdagangan internasional . Kesepakatan SPS mendorong anggota untuk mendasarkan sanitary dan phytosanitary mereka pada standar internasional yang ada , pedoman , dan rekomendasi .
Kesepakatan SPS mendorong harmonisasi internasional standar makanan . Pasal 3 dari Persetujuan SPS mensyaratkan bahwa anggota WTO menyelaraskan peraturan nasional mereka dengan standar Codex . Standar Codex yang dianggap perlu untuk melindungi kesehatan manusia . Selama negara mempekerjakan standar tersebut , langkah-langkah yang dianggap tidak konsisten dengan ketentuan-ketentuan dari Persetujuan SPS . Harmonisasi dengan Codex akan menghilangkan perlunya memiliki untuk memberikan alasan ilmiah dibenarkan seperti mengapa tindakan yang dilakukan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan manusia . Akibatnya, standar Codex telah menjadi de facto standar internasional untuk makanan bergerak dalam perdagangan internasional dan , untuk sebagian besar , patokan untuk undang-undang keamanan pangan nasional . Anggota WTO juga diminta untuk sepenuhnya berpartisipasi, dan berkontribusi , karya Codex Alimentarius Commission sejauh mungkin .
Berdasarkan Pasal 5 dari Persetujuan SPS , anggota WTO berhak untuk mengambil tindakan sanitary dan phytosanitary yang diperlukan untuk melindungi kesehatan manusia . Dengan demikian , negara-negara dapat menentukan tingkat perlindungan yang sesuai ( ALOP ) , yang mungkin lebih tinggi dari standar internasional asalkan didasarkan pada penilaian risiko ilmiah . Langkah-langkah ini harus non - diskriminatif , tidak lebih pembatasan perdagangan dari yang diperlukan , dan tidak dipelihara tanpa bukti ilmiah yang cukup .
Menurut Pasal 4 Perjanjian SPS , di mana lebih dari satu ukuran sama efektif dalam mencapai ALOP yang diberikan , para anggota WTO harus menerima ukuran sanitasi yang digunakan oleh anggota lain sebagai setara , bahkan jika mereka berbeda dari kebutuhan mereka sendiri . Ini adalah tanggung jawab negara pengekspor untuk menunjukkan bahwa langkah-langkah yang akan mencapai ALOP yang ditetapkan oleh negara pengimpor .
Pasal 7 dari Perjanjian SPS mensyaratkan anggota WTO untuk memberitahu mitra dagang mereka tentang sanitary dan phytosanitary mereka berniat untuk memberlakukan , dan memberikan negara-negara lain kesempatan untuk komentar untuk menjamin transparansi . Untuk memfasilitasi ini , setiap Anggota WTO wajib menunjuk satu titik penyelidikan untuk mengatasi pertanyaan mengenai sanitary dan phytosanitary .
Sejalan dengan kewajibannya dengan WTO , pemerintah nasional harus berpartisipasi aktif dalam Codex kerja . Standar peraturan nasional harus ditetapkan tanpa menciptakan standar ganda , yaitu , satu untuk pasar ekspor dan satu untuk pasar domestik , dan jika memungkinkan , harus diselaraskan dengan Codex . Data ilmiah harus dihasilkan untuk penilaian risiko . Untuk melakukan hal ini , sampling dan pengujian kemampuan dan kapasitas , serta inspeksi dan sertifikasi pangan , harus diperkuat . Pemerintah dapat memutuskan untuk masuk ke dalam perjanjian bilateral dan multilateral yang mengakui kesetaraan masing-masing langkah-langkah keamanan makanan mereka , untuk memfasilitasi perdagangan . Semua upaya ini memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang relevan di tingkat nasional .

INISIATIF ASEAN DI KEAMANAN PANGAN
Di tingkat regional, beberapa badan di bawah Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara ( ASEAN ) yang terlibat dalam keamanan pangan . The ASEAN Expert Group on Food Safety ( AEGFS ) menyediakan keseluruhan pengawasan , fasilitasi , dan koordinasi kegiatan keamanan pangan di ASEAN . Rencana ASEAN Food Safety Improvement ( AFSIP ) terdiri dari Kebijakan Keamanan Pangan ASEAN dan Rencana Aksi .
Sepuluh bidang program telah diidentifikasi untuk perbaikan , yaitu , undang-undang , laboratorium , pemantauan dan pengawasan , penerapan sistem keamanan pangan , inspeksi dan sertifikasi pangan , pendidikan dan pelatihan , berbagi informasi , penelitian dan pengembangan , partisipasi internasional , dan partisipasi konsumen dan pemberdayaan . Dari jumlah tersebut , lima bidang program telah diidentifikasi sebagai bidang prioritas , yaitu , undang-undang , laboratorium , inspeksi makanan dan sertifikasi , berbagi informasi , dan partisipasi konsumen dan pemberdayaan . Filipina telah ditunjuk sebagai negara utama untuk wilayah program pada undang-undang ; Malaysia , untuk pemeriksaan makanan dan sertifikasi , dan pemantauan dan pengawasan ; Singapura, untuk laboratorium ; Indonesia , untuk partisipasi konsumen dan pemberdayaan ; dan Thailand , untuk berbagi informasi melalui ASEAN Food Safety Network .
Selain itu, Program Kerjasama Ekonomi Uni Eropa - ASEAN tentang Standar , Kualitas , dan Penilaian Kesesuaian ( Sektor Pangan ) 2003-2005 , di bawah Komite Konsultatif ASEAN untuk Standardisasi dan Kualitas , terdiri dari empat komponen , yaitu :
• kapasitas pengujian Penguatan makanan laboratorium '
• Memperkuat kapasitas inspeksi
• Memperkuat kapasitas dalam standarisasi makanan dan informasi legislasi makanan
• Mempromosikan penerapan HACCP , GMP dan GHP di UKM makanan ( Usaha Kecil dan Menengah ) .

Dokumen-dokumen berikut telah disusun : ASEAN Umum Sistem Pengendalian Pangan ; Prinsip umum ASEAN dan Persyaratan Food Hygiene ; dan Prinsip Umum ASEAN dan Persyaratan untuk Pelabelan Dikemas Foods .
Dalam kerja sama ini , Referensi ASEAN Laboratorium Jaringan telah dibentuk untuk mikrobiologi ( Vietnam) , residu pestisida ( Singapore ) , logam berat dan elemen ( Thailand ) , mikotoksin ( Singapore ) , residu obat hewan ( Thailand ) , dan organisme yang dimodifikasi secara genetik ( GMO ) ( Malaysia ) . Inisiatif ASEAN dalam keamanan pangan ditujukan untuk memberikan pelatihan , dan nasihat dan layanan teknis kepada negara-negara anggota ASEAN dengan menghubungkan sumber daya dan informasi pusat untuk platform informasi yang ada pada jaringan yang didirikan berdasarkan ASEAN , dan mengkoordinasikan perbandingan antar laboratorium atau uji profisiensi di kawasan ASEAN .

KAPASITAS – BANGUNAN DAN BANTUAN TEKNIS
Memperkuat sistem keamanan pangan membutuhkan kapasitas yang cukup besar , termasuk pengembangan dan penguatan infrastruktur . Namun, negara-negara yang berbeda di Asia Tenggara bervariasi dalam tingkat perkembangan dan kemampuan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan . Peningkatan kapasitas dalam keamanan pangan tidak hanya menuntut penguatan terus menerus infrastruktur, tetapi juga reorientasi periodik untuk bersaing dengan isu-isu baru pada keamanan pangan , kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi , tren internasional dan perkembangan , volume pangan yang diperdagangkan , legislasi , dan krisis pangan . Disarankan bahwa negara-negara Asia Tenggara memanfaatkan berbagai inisiatif kerja sama yang ada dilakukan , termasuk di Codex , program ASEAN - lebar, dan bantuan teknis untuk pengembangan kapasitas dalam keamanan pangan.

1.       Standar dan Pengembangan Perdagangan Fasilitas
Standar dan Perdagangan Pengembangan Facility ( STDF ) adalah program global dalam peningkatan kapasitas dan bantuan teknis untuk membantu negara-negara berkembang dalam pembentukan dan pelaksanaan ketentuan SPS . Ini didirikan oleh FAO , WHO , OIE (Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan ) , WTO dan Bank Dunia . Tujuan strategis adalah untuk membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan keahlian mereka dan kapasitas untuk menganalisa dan menerapkan standar SPS internasional , memperbaiki situasi kesehatan manusia , hewan dan tumbuhan mereka , dan dengan demikian , kemampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan akses pasar . ( http://www.standardsfacility.org )
The kapasitas dan kebutuhan bantuan teknis dari negara-negara berkembang meliputi:
• infrastruktur kontrol makanan Dasar
• strategi pengendalian makanan Nasional
• Undang-undang Pangan dan kerangka peraturan
• Pemeriksaan Makanan dan sertifikasi
• Kemampuan analitis dan kapasitas
• Penilaian Analisis risiko / Risk

Sistem surveilans yang bertalian dengan makanan
• Partisipasi dalam Codex
• Implementasi sistem jaminan keamanan pangan oleh industry

2.      Kepemimpinan oleh FAO dan WHO
Pada tahun 1962 , FAO dan WHO membentuk Komisi Codex Alimentarius ( CAC ) , badan antar-pemerintah yang mengkoordinasikan semua pekerjaan standardisasi pangan . Tujuannya adalah untuk melindungi kesehatan konsumen dan memastikan praktek yang adil dalam perdagangan pangan internasional . Keanggotaan CAC terdiri dari 171 anggota , serta pengamat dari asosiasi ilmiah internasional dan sektor makanan dan perdagangan , dan konsumen .
Kata Codex dalam bahasa Latin berarti " kode makanan " . Ini adalah kumpulan standar makanan yang diadopsi secara internasional disajikan dalam cara yang seragam . Pada tanggal 1 Juli 2005, Codex telah mengembangkan 202 standar komoditas ; 38 pedoman terkait komoditas dan kode praktek ; 7 standar umum dan pedoman pelabelan makanan; 5 kode umum dan pedoman kebersihan makanan ; 5 pedoman penilaian risiko keamanan pangan ; 14 standar , kode , dan pedoman kontaminan dalam makanan ; 22 standar, pedoman , dan rekomendasi lain pada sampling, analisis , inspeksi dan prosedur sertifikasi ; 2.579 batas maksimum untuk residu pestisida yang meliputi 213 pestisida ; 683 ketentuan aditif makanan meliputi 222 aditif makanan ; dan 377 batas maksimum untuk obat-obatan hewan dalam makanan meliputi 44 obat-obatan hewan .
Sesi ke-28 dari CAC , yang diadakan di Roma pada 04-09 Juli 2005 yang diadopsi , antara lain , sebagai berikut :
• Kode Praktek untuk Pencegahan dan Pengurangan Aflatoksin Pencemaran di Pohon Kacang
• Kode Praktek untuk Pencegahan dan Pengurangan dari Tin Pencemaran di Makanan Kaleng
• Kode Tata Laku untuk Ikan dan Produk Perikanan ( Bagian tentang Akuakultur )
• Pedoman Vitamin dan Mineral Suplemen Makanan
• Prinsip Sertifikasi Elektronik .
Beberapa isu saat ini sedang ditangani oleh Codex adalah :
• Draft Codex Rencana Strategis 2008-2013 ,
• Usulan Draft Prinsip untuk Aplikasi Tracing Lacak / Produk dalam Konteks Makanan Impor dan Ekspor Inspeksi ,
• Usulan Draft Prinsip Kerja Analisis Risiko untuk Keamanan Pangan ,
• Rekomendasi Pada Residu Obat Hewan tanpa ADI / MRL ,
• pembentukan hoc Intergovernmental Task Force iklan di Resistensi Antimikroba , dan
• Usulan Draft Revisi Kode Etik untuk Perdagangan Internasional Foods
FAO dan WHO memberikan nasihat ilmiah tentang keamanan pangan ke Codex melalui pertemuan ahli atau konsultasi . Hal ini juga memberikan panduan kepada pemerintah melalui pengembangan manual dan pedoman seperti :
• Pedoman FAO / WHO untuk Penguatan Sistem Pengendalian Pangan Nasional
• Paket Pelatihan FAO / WHO pada Codex
• FAO / WHO Manual Analisis Risiko ( dalam pengembangan )
Selain itu, FAO / WHO Proyek dan Dana Peningkatan Partisipasi dalam Codex diluncurkan pada 14 Februari 2003 dengan tujuan meningkatkan partisipasi negara berkembang di Codex . Dana juga bermaksud untuk meningkatkan kapasitas negara-negara berkembang untuk membangun keamanan pangan dan kualitas standar yang efektif dan praktek perdagangan yang adil dalam perdagangan pangan , baik dalam rangka Codex Alimentarius dan di negara mereka sendiri . Dana ini diperkirakan akan berlangsung selama 12 tahun , dan pada 17 Juni 2005 , 135 negara telah menjadi layak .
Di bidang penyediaan informasi, portal berbasis internet FAO - dengan kerjasama instansi terkait internasional , lembaga yang menetapkan standar , dan nasional otoritas - telah dikembangkan dan dipelihara disebut " International Portal on Keamanan Pangan , Kesehatan Hewan dan Tanaman " . Website ini memungkinkan pencarian otoritatif untuk standar saat ini , peraturan , dan bahan-bahan resmi lain yang relevan pada keamanan pangan , kesehatan hewan dan tanaman (Website : www.ipfsaph.org )
Selain itu, International Keamanan Pangan Otoritas Jaringan ( INFOSAN ) yang dikembangkan oleh WHO bekerja sama dengan FAO - tujuan untuk mempromosikan pertukaran informasi keamanan pangan , serta meningkatkan kerjasama antara otoritas keamanan pangan di tingkat nasional dan internasional . (Website : www.who.int/foodsafety/fs_management/infosan/en/ )
Forum global dan regional juga telah diselenggarakan oleh FAO dan WHO untuk mempromosikan pertukaran informasi dan pengalaman tentang isu-isu keamanan pangan yang penting nasional dan transnasional . Pertama FAO / WHO Global Forum on Regulator Keamanan Pangan diadakan di Marrakesh , Maroko pada 29-30 Januari 2002 , diikuti oleh Konferensi Regional Kedua tentang Regulator Keamanan Pangan , yang diselenggarakan di Bangkok , Thailand pada 12-14 Oktober 2004.
Sebuah konferensi yang menarik bagi kawasan Asia Tenggara adalah Konferensi Regional FAO / WHO tentang Keamanan Pangan untuk Asia dan Pasifik , yang diselenggarakan di Seremban , Malaysia pada 24-27 Mei 2004. Konferensi ini merupakan bagian dari serangkaian pertemuan regional yang FAO dan WHO diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan negara-negara anggota untuk bimbingan kebijakan dan keamanan pangan kapasitas . Beberapa rekomendasi dari konferensi ini relevan dengan negara-negara Asia Tenggara meliputi :
• Sebagian besar negara-negara di wilayah ini harus segera memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk peningkatan kapasitas untuk merespon beban yang tidak dapat diterima penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak aman .
• Negara-negara didesak untuk mengadopsi pendekatan yang terkoordinasi dengan baik , multi - sektoral untuk analisis risiko keamanan pangan .
• Pemerintah harus membuat lebih baik menggunakan sumber daya yang tersedia di daerah termasuk, misalnya , laboratorium rujukan khusus , sistem pengawasan didirikan dan kapasitas pelatihan .
• FAO , WHO , dan badan-badan internasional terkait lainnya dan donor dihimbau untuk mendukung inisiatif untuk mengatasi tantangan keamanan pangan

KESIMPULAN
Dari perspektif nasional , sangat penting bahwa pemerintah memulai pelaksanaan penilaian kebutuhan untuk keamanan pangan kapasitas yang dapat diimplementasikan pada sistem , organisasi , dan tingkat individu. Secara umum , proses penilaian memerlukan langkah-langkah berikut : ( a) review dan menganalisis kapasitas atau situasi saat ini ; ( b ) menentukan masa depan yang diinginkan dari sistem keamanan pangan ; ( c ) mengidentifikasi kesenjangan dalam kemampuan atau daerah untuk perbaikan ; ( d ) memprioritaskan kebutuhan tersebut ; ( e ) mengidentifikasi pilihan-pilihan untuk mengatasi kebutuhan , termasuk bantuan dari dukungan eksternal ; dan akhirnya , ( f ) melakukan monitoring dan evaluasi .
Program keamanan pangan pada akhirnya harus mampu mencegah paparan tingkat yang tidak dapat diterima bahaya yang bertalian dengan makanan sepanjang seluruh rantai makanan . Mereka harus bertujuan untuk membawa objektivitas ilmiah dan menyeimbangkan inisiatif keamanan pangan . Pendekatan inovatif harus diadopsi untuk memecahkan masalah dan inisiatif ini harus di tempat untuk mendukung dan membantu dalam pengembangan , berkelanjutan , dan terintegrasi sistem keamanan pangan berbasis risiko . Program ini juga harus memungkinkan pemerintah untuk menilai secara efektif dan segera , berkomunikasi , dan mengelola risiko yang bertalian dengan makanan / krisis . Semua ini memerlukan upaya terpadu oleh semua pihak terkait .
Semua sistem keamanan pangan memiliki kendala mereka sendiri, tetapi apa yang harus dilakukan adalah menemukan cara untuk bekerja secara efektif dalam kendala ini dan bergerak agresif untuk menghapus orang- kendala yang membatasi kemampuan pemerintah untuk melindungi kesehatan publik . Ketika datang ke keamanan pangan , tidak ada satu solusi tunggal ; sebaliknya , harus ada serangkaian pendekatan yang masuk akal diformulasikan untuk mengatasi situasi yang berbeda di negara yang berbeda . Hal ini juga penting bahwa upaya ini dilakukan dengan cara yang terpadu , untuk meningkatkan sistem keamanan pangan .

Sumber : Noraini M. O. 2008. Food Safety in Southeast Asia : Challenges Facing the Region. Asian Journal of Agriculture and Development, Vol. 4, No. 2